Edukasi Kesehatan
Edukasi: Kata Dokter, Melakukan Hubungan Suami Istri di Masa Pandemi Covid-19 Boleh Saja
Selama masa pembatasan sosial beberapa bulan ini, dokter Binsar juga menerima banyak konsultasi terkait masalah kehidupan seksual pasutri.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pandemi Covid-19 menebarkan ketakutan ke seluruh dunia.
Banyak orang takut untuk berinteraksi dengan sesama karena takut menyebarkan virus corona.
Jaga jarak melalui social distancing dan physical distancing, mengenakan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer menjadi protokol wajib selama wabah virus ini.
Lalu, bagaimana dengan hubungan intim bagi pasangan suami-istri? Apakah tidak boleh dilakukan selama masa pandemi Covid-19 ini?
Medical sexologiest, Dr Binsar Martin Sinaga FIAS, mengatakan hubungan seks selama masa pandemi Covid-19 sebenarnya tidak masalah sejauh kedua pasutri itu sehat.
"Tidak masalah kalau pasutri melakukan hubungan seks saat masa karantina di rumah, asalkan kondisi sehat, " kata Binsar dalam acara Talkshow Edukasi Seksual melalui IG Live @wartakotalive, Kamis (18/6/2020) malam.
• Edukasi: Ukuran Mr P Dapat Buat Pasangan Cepat Orgasme, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
• Edukasi: Data Kedokteran Sebut 8 dari 10 Istri Tidak Puas saat Berhubungan Intim dengan Suami
Sebelum melakukan hubungan intim, lanjutnya, pasutri juga harus memastikan kondisinya sehat.
"Selain itu, usahakan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari sehingga terbebas dari virus, " imbuhnya.
Keluhan masalah seksual
Selama masa pembatasan sosial beberapa bulan ini, dokter Binsar juga menerima banyak konsultasi terkait masalah kehidupan seksual pasutri.
"Kalau perempuan umumnya mengeluh soal gangguan libido. Bisa jadi selama WfH banyak stres karena harus mengurus rumah tangga, pekerjaan kantor dan juga mengurus anak, " jelasnya.
• Edukasi: Fakta Banyak Pria Memijat Agar Ukuran Mr P Besar, Eh Risikonya Malah Fatal
Sementara untuk laki-laki, kata dr. Binsar, umumnya mengeluh soal disfungsi ereksi.
"Mungkin karena stres juga karena dampak ekonomi dari Covid-19. Apalagi bagi pria 45 tahun ke atas, ada masalah sedikit dari luar pun menyebabkan disfungsi ereksi," paparnya.
Untuk mengatasi masalah ereksi ini, dr. Binsar menganjurkan pasutri untuk menerapkan pola hidup sehat mulai dari makanan bergizi, tidur yang cukup dan olahraga teratur.
• Nasihat Dokter Naek L Tobing Semasa Hidup, Jangan Bangga Punya Anak Lelaki Gendut? Pasti Mikro-MrP
"Disfungsi seksual ini sebenarnya terminal (masalah terakhir) dari gangguan dalam tubuh manusia seperti masalah metabolisme, kerusakan pembuluh darah hingga menurunnya hormon dalam tubuh," jelasnya.
Jika disfungsi seksual ini mengganggu hubungan pasutri, dr.Binsar menyarankan untuk konsultasi ke dokter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dokter-binsar-martin1.jpg)