Kamis, 7 Mei 2026

Berita Metropolitan

Perbedaan Polisi di Inggris dan Polisi di Indonesia Menurut Pakar Psikologi Forensik

Di sini, menjadi polisi sama dengan menjadi penegak hukum. Di Inggris sana, menjadi polisi berarti menjadi sahabat masyarakat

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Ilustrasi polisi siaga. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI-- Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel sedikit membahas tentang perbedaan polisi di Indonesia dan di Inggris.

Ia menuturkan, terhadap polisi-polisi di Inggris pernah dilakukan survei, dengan pertanyaan, "apa kunci yang harus Anda miliki agar sukses dalam tugas?".

"Saat pertanyaan serupa saya ajukan ke mahasiswa PTIK di kelas saya, kebanyakan menjawab Pemahaman Undang-undang, sebagai kunci suksesnya," kata Reza kepada Warta Kota, Rabu (17/6/2020).

"Sementara di Inggris, sesuai temuan survei tersebut, jawaban terbanyak adalah sense of humor atau cita rasa humor, sebagai kunci sukses dalam menjalankan tugas," kata Reza.

Polda Metro Sebut Jumlah Pengunjung Mal di Masa PSBB Transisi Hanya 20 Persen dari Kondisi Normal

Itulah kata Reza, cerminan suasana kejiwaan polisi di Inggris dan polisi di Indonesia.

"Di sini, menjadi polisi adalah sama dengan menjadi penegak hukum. Di Inggris sana, menjadi polisi berarti menjadi sahabat masyarakat," ujar Reza.

Karenanya kata Reza, polisi dan semua orang perlu insaf, bahwa pada orang-orang dengan cita rasa humor yang rendah, maka semakin gampang tersinggung, dan semakin rendah pula imunitas tubuhnya.

"Riset lain, selera humor juga berpengaruh terhadap kemampuan diri dalam menikmati hidup," kata Reza.

Ini Daftar Stasiun KA yang Sudah dan Akan Ditata, Anies Usul Satu Stasiun Lagi yakni Stasiun Kota

Pernyataan Reza ini menanggapi kasus adanya seorang warganet dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, bernama Ismail Ahmad yang dipanggil Kepolisian Resor karena mengunggah lelucon Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur soal polisi di laman Facebooknya.

Kepolisian meminta Ismail untuk minta maaf karena mengunggah postingan tersebut.

Dalam keterangan ke polisi Ismail mengaku tak sengaja menemukan kutipan guyonan Gus Dur soal tiga polisi jujur dari sebuah artikel di internet pada Jumat, 12 Juni 2020.

Kutipan tersebut berbunyi; 'Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng'.

Kutipan itu sebetulnya sudah kerap kali dikutip siapapun.

Ismail mengatakan hanya iseng mengutip perkataan itu, yang dianggapnya menarik dan rasanya lucu.

Ismail mengunggah kutipan itu sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved