Berita Tangerang

Ditemukan Jasad Siswi SMP di Kota Tangerang, Ciri-Ciri Berkerudung Hitam dan Memakai Anting Mutiara

Ditemukan sesosok jasad siswi SMP di Jalan Arya Santika, Kelurahan Gerendeng Pulo, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Editor: PanjiBaskhara
Kompas.com
Ilustrasi - Ditemukan sesosok jasad siswi SMP di Jalan Arya Santika, Kelurahan Gerendeng Pulo, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. 

Siswi SMP di Jambi Dibunuh dan Ditemukan Sudah Jadi Kerangka, Pelakunya Pria Kenalan di Medsos

Akhirnya terungkap pelaku pembunuhan siswi SMP di Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Pelakunya adalah seorang sopir yang dikenal korban melalui media sosial. FR yang berusia 21 tahun kini ditahan di Polres Tanjung Jabung Barat.

Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro, mengatakan, jejak keberadaan FR berhasil diketahui melalui media sosial.

Dari hasil penyelidikan di media sosial diketahui FR adalah orang yang paling banyak like di Facebook siswi SMP berinisial I yang berusia 18 tahun

"Kami ketahui tersangka dari penelusuran Facebook korban. Tersangka sering ngelike. Kami curiga. Saat tahu keberadaannya dan ditangkap dia mengaku membunuh korban," kata Guntur Saputro, Kamis (4/6/2020).

 Guntur menambahkan bahwa atas perbuatannya, FR terancam hukuman penjara 15 tahun. Ia dikenai Pasal 80 Ayat 3 juncto Pasal 76 C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Guntur menyatakan, siswi SMP tersebut dibunuh oleh FR sore hari sekitar pukul pukul 15.00 WIB pada Februari 2020.

Dua bulan kemudian atau pada Sabtu (20/4/2020), warga menemukan kerangka I di perkebunan sawit. Awalnya warga mengira benda itu adalah kayu.

Saat didekati rupanya tulang belulang. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan pakaian korban.

Selanjutnya ditemukan kembali di sekitar TKP sehelai celana levis panjang berwarna putih dan pakaian dalam perempuan berwarna merah (bra).

Sakit Hati Jadi Penyebab Pembunuhan

FR mengaku membunuh I, karena sakit hati dengan perkataan korban kepadanya. Saat I menagih utang Rp 250 ribu, dia melontarkan perkataan kasar.

Lantaran emosi, FR mencekik leher I dan menggulingkannya ke pinggir kanal di perkebunan sawit. Kemudian, FR juga mengambil ponsel I.

"Sakit hati karena perkataannya. Perkataan bilang 'bungul tambok', perkataan kasar," kata FR, seperti dikutip Tribun Jambi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved