Jumat, 1 Mei 2026

PSBB Transisi

PSBB Transisi, Kios Pasar Tradisional Akan Dibuka Sesuai Hari Ganjil Genap Agar Terhindar Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (12/6/2020) pagi melakukan kunjungan ke tiga pasar tradisional untuk mengecek protokol kesehatan

Tayang:
IG aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek protokol kesehatan di Pasar Tradisional selama masa PSBB Transisi, Kamis (12/6/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Memasuki masa PSBB transisi di Jakarta, sejumlah pasar tradisional menerapkan protokol kesehatan. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (12/6/2020) pagi melakukan kunjungan ke tiga pasar tradisional untuk mengecek protokol kesehatan menuju new normal.

"Kamis pagi memastikan penerapan protokol kesehatan PSBB transisi di Pasar Kramat Jati, Pasar Grogol dan Pasar Kopro," tulis Anies Baswedan.

⁣Pemprov DKI melaksanakan protokol kesehatan di pasar-pasar di antaranya para pedagang maupun pengunjung dengan pemeriksaan kesehatan sebelum masuk.

Kemudian, jalur lalu lalang orang pun diatur menjadi satu arah.⁣

Pembeli Tak Pakai Masker di Pasar Tradisional Akan Diusir, Petugas Pasar Dikerahkan untuk Mengawasi

Selama masa transisi, kapasitas pasar tradisional harus 50 persen baik dari pengunjung maupun pedagangnya.

Selain itu operasional kios di pasar juga diatur sesuai hari ganjil genap.

Selama masa PSBB transisi pasar tradisional harus menerapkan protokol kesehatan. Tampak Gubernur Anies Baswedan berbincang dengan pedagang, Kamis (12/6/2020)
Selama masa PSBB transisi pasar tradisional harus menerapkan protokol kesehatan. Tampak Gubernur Anies Baswedan berbincang dengan pedagang, Kamis (12/6/2020) (IG aniesbaswedan)

Jadi kios nomor ganjil beroperasi tanggal ganjil, dan kios nomor genap beroperasi nomor genap.⁣

Pemprov DKI telah menutup operasional beberapa pasar yang kedapatan pedagangnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19.

"Langsung kami minta mereka untuk isolasi mandiri. Kemudian, jajaran Dinkes DKI juga melakukan tracing dan testing terhadap seluruh anggota keluarga dan orang-orang sekitar yang berinteraksi dengan para pasien yang baru dinyatakan positif COVID-19 ini," kata Anies Baswedan

"Terima kasih kepada teman-teman pedagang pasar dan warga pelanggan pasar yang telah mematuhi protokol kesehatan ketika bertransaksi di pasar. Mari jaga pasar kita tetap aman, sehat dan produktif," tuturnya.

PANDUAN DI PASAR TRADISIONAL 

1. Pengunjung wajib menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan selama beraktivitas.

2. Pedagang yang berdagang di pasar rakyat diatur secara bergiliran dengan jarak antar pedagang minimal 1,5 meter.

3. Sebelum pasar dibuka dilakukan screening awal untuk memastikan suhu tubuh seluruh pedagang, pengelola pasar dan organ pendukung di bawah 37,3 derajat celcius.

4. Orang yang memiliki gejala pernapasan seperti batuk, flu dan sesak napas dilarang masuk ke dalam pasar.

 Upaya Menyelamatkan Kemanusiaan, Gerakan Pakai Masker Disebar di Seluruh Pasar Tradisional Indonesia

5. Pengelola juga harus menyiapkan tempat cuci tangan, bilik sanitizer, sabun dan hand sanitizer serta menjaga kebersihan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan atau lokasi secara berkala setiap dua hari sekali.

6. Menjaga kebersihan lokasi penjualan termasuk lapak, los dan kios sebelum dan sesudah kegiatan dagang berjalan.

7. Sarana umum seperti toilet, tempat pembuangan sampah, tempat parkir, lantai, selokan dan tempat makan juga harus selalu dibersihkan.

 Pencegahan Virus Corona, 31 Pasar Tradisional di Jakarta Timur Disemprot Disinfektan Serentak

8. Pengelola juga harus menerapkan pengaturan sirkulasi dan batas waktu kunjungan, serta jumlah pengunjung maksimum 30% saat kondisi normal dengan menerapkan kontrol yang ketat pada pintu masuk dan pintu keluar.

9 Mengoptimalkan ruang terbuka outdoor seperti tempat parkir untuk berjualan dalam rangka physical distancing dengan mengatur jarak antar pedagang dalam rentang minimal 2 meter.  

10. Dalam area pasar, pengunjung diharuskan berhenti di garis antri, juga menggunakan sarung tangan, membawa tas belanja sendiri, serta mengutamakan transaksi dengan non tunai.

11. Jika terdapat masjid atau musala, maka wajib dibuat tanda batas jaga jarak.

Banyak Pedagang Terpapar Covid-19, Anggota DPRD DKI Jakarta Soroti Pengawasan Pasar Tradisional

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta memandang pengawasan yang dilakukan Perumda Pasar Jaya terhadap pencegahan Covid-19 di pasar tradisional cukup lemah.

Hal ini dibuktikan adanya 52 pedagang yang terkonfirmasi terkena Covid-19.

“Masalah utama itu kan karena pengawasannya lemah. Contoh kasus pasar-pasar kemarin yang positif dan banyak yang tidak memakai masker, itu kan artinya lemah pengawasannya,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono pada Jumat (12/6/2020).

Gembong mempertanyakan ketersediaan peralatan pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh Perumda Pasar Jaya. Misalnya tempat mencuci tangan, cairan hand sanitizer dan pengaturan jarak antar pribadi pengunjung maupun pedagang.

“Seperti hal itu sudah dilakukan atau belum? Jadi harus dipastikan bahwa Perumda Pasar Jaya memfasilitasi pedagang dan pembeli dalam pencegahan Covid-19,” ujar Gembong.

 Disuruh Pilih Antara Pembawa Acara, Model atau Dokter, Ini Jawaban Cerdas Reisa Broto Asmoro

 Disperindag Kota Tangsel Sebut Relokasi 650 Pedagang di Pasar Ciputat Sulit karena Pandemi Corona

 Hati-Hati, Kini Ambil Foto Orang Lain dari Instagram Wajib Izin Pemilik

 PAD Kota Tangsel Diprediksi Tak Capai Target, Peremajaan Pasar Ciputat Terancam Batal Tahun Ini

Meski demikian, Gembong setuju dengan rencana Perumda Pasar Jaya yang memberlakukan sistem ganjil genap di kalangan pedagang. Bagi pedagang yang kiosnya kedapatan bernomor ganjil di angka terakhir, bisa beroperasi di tanggal ganjil.

Sebaliknya, pedagang yang kiosnya kedapatan bernomor genap di angka terakhir dapat beroperasi pada tanggal genap. “Dengan sistem ganjil genap itu justru dapat mengurangi penumpukan di pasar,” jelas Gembong.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya menyebut ada 52 pedagang pasar yang terinfeksi Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan melalui rapid test dan polymerase chain reaction (PCR). Angka tersebut lebih besar dibanding yang dipaparkan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), bahwa ada 51 pedagang pasar di Jakarta yang terkena Covid-19.

“Totalnya yang terpapar Covid-19 ada 52 orang, selebihnya 10 pasar lainnya masih menunggu hasil dan tiga pasar dinyatakan negatif,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin saat diskusi virtual dengan wartawan Balai Kota/DPRD DKI Jakarta pada Kamis (11/6/2020).

Saat itu Arief juga berjanji bakal mengusir pembeli yang tidak memakai masker saat berkunjung ke pasar. Hal itu dilakukan untuk menegakkan aturan pemerintah daerah, bahwa masyarakat yang keluar rumah wajib memakai masker demi menghindari penularan Covid-19.

“Bagi konsumen yang melanggar protap, kami akan dikeluarkan dari pasar,” ujarnya.

 Wakil Wali Kota Tangsel Sebut Pasar Ciputat Sudah Padat Hingga Tak Dapat Menambah Lapak Baru

 Akibat Pandemi Covid-19, Praveen/Melati Terima Bonus Secara Virtual

 DPC PDIP Kota Depok Berharap DPP Segera Merestui Affifa Alia yang Diusung Dampingi Pradi di Pilkada

 Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi, The Jakmania Tolak Usulan Liga 1 Bergulir Lagi

Arief mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sejumlah petugas keamanan yang senantiasa berkeliling di pasar. Mereka mengawasi kepatuhan pengunjung dalam memakai masker.

“Sebetulnya di pintu masuk pasar kami juga mengerahkan petugas. Tapi di dalam, petugas juga berkeliling untuk memastikan pengunjung memakai masker karena beberapa ada yang melepas maskernya atau cuma dikalungin,” imbuhnya.

Menurut dia, bila protokol kesehatan ini dipatuhi tentu penularan Covid-19 bisa dicegah. Bagi para pedagang diwajibkan memakai pelindung wajah (face shield) dan pembeli juga diwajibkan rajin mencuci tangan setelah bertransaksi.

“Kami juga menyediakan wastafel sebagai tempat mencuci tangan, untuk menumbuhkan kebiasaan mencuci tangan setelah bertransaksi,” ungkapnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved