Minggu, 26 April 2026

PSBB Transisi

PSBB Transisi, Kios Pasar Tradisional Akan Dibuka Sesuai Hari Ganjil Genap Agar Terhindar Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (12/6/2020) pagi melakukan kunjungan ke tiga pasar tradisional untuk mengecek protokol kesehatan

IG aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek protokol kesehatan di Pasar Tradisional selama masa PSBB Transisi, Kamis (12/6/2020) 

7. Sarana umum seperti toilet, tempat pembuangan sampah, tempat parkir, lantai, selokan dan tempat makan juga harus selalu dibersihkan.

 Pencegahan Virus Corona, 31 Pasar Tradisional di Jakarta Timur Disemprot Disinfektan Serentak

8. Pengelola juga harus menerapkan pengaturan sirkulasi dan batas waktu kunjungan, serta jumlah pengunjung maksimum 30% saat kondisi normal dengan menerapkan kontrol yang ketat pada pintu masuk dan pintu keluar.

9 Mengoptimalkan ruang terbuka outdoor seperti tempat parkir untuk berjualan dalam rangka physical distancing dengan mengatur jarak antar pedagang dalam rentang minimal 2 meter.  

10. Dalam area pasar, pengunjung diharuskan berhenti di garis antri, juga menggunakan sarung tangan, membawa tas belanja sendiri, serta mengutamakan transaksi dengan non tunai.

11. Jika terdapat masjid atau musala, maka wajib dibuat tanda batas jaga jarak.

Banyak Pedagang Terpapar Covid-19, Anggota DPRD DKI Jakarta Soroti Pengawasan Pasar Tradisional

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta memandang pengawasan yang dilakukan Perumda Pasar Jaya terhadap pencegahan Covid-19 di pasar tradisional cukup lemah.

Hal ini dibuktikan adanya 52 pedagang yang terkonfirmasi terkena Covid-19.

“Masalah utama itu kan karena pengawasannya lemah. Contoh kasus pasar-pasar kemarin yang positif dan banyak yang tidak memakai masker, itu kan artinya lemah pengawasannya,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono pada Jumat (12/6/2020).

Gembong mempertanyakan ketersediaan peralatan pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh Perumda Pasar Jaya. Misalnya tempat mencuci tangan, cairan hand sanitizer dan pengaturan jarak antar pribadi pengunjung maupun pedagang.

“Seperti hal itu sudah dilakukan atau belum? Jadi harus dipastikan bahwa Perumda Pasar Jaya memfasilitasi pedagang dan pembeli dalam pencegahan Covid-19,” ujar Gembong.

 Disuruh Pilih Antara Pembawa Acara, Model atau Dokter, Ini Jawaban Cerdas Reisa Broto Asmoro

 Disperindag Kota Tangsel Sebut Relokasi 650 Pedagang di Pasar Ciputat Sulit karena Pandemi Corona

 Hati-Hati, Kini Ambil Foto Orang Lain dari Instagram Wajib Izin Pemilik

 PAD Kota Tangsel Diprediksi Tak Capai Target, Peremajaan Pasar Ciputat Terancam Batal Tahun Ini

Meski demikian, Gembong setuju dengan rencana Perumda Pasar Jaya yang memberlakukan sistem ganjil genap di kalangan pedagang. Bagi pedagang yang kiosnya kedapatan bernomor ganjil di angka terakhir, bisa beroperasi di tanggal ganjil.

Sebaliknya, pedagang yang kiosnya kedapatan bernomor genap di angka terakhir dapat beroperasi pada tanggal genap. “Dengan sistem ganjil genap itu justru dapat mengurangi penumpukan di pasar,” jelas Gembong.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya menyebut ada 52 pedagang pasar yang terinfeksi Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan melalui rapid test dan polymerase chain reaction (PCR). Angka tersebut lebih besar dibanding yang dipaparkan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), bahwa ada 51 pedagang pasar di Jakarta yang terkena Covid-19.

“Totalnya yang terpapar Covid-19 ada 52 orang, selebihnya 10 pasar lainnya masih menunggu hasil dan tiga pasar dinyatakan negatif,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin saat diskusi virtual dengan wartawan Balai Kota/DPRD DKI Jakarta pada Kamis (11/6/2020).

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved