Minggu, 12 April 2026

PSBB Jawa Barat

Ridwan Kamil: PSBB Jabar Lanjut hingga 26 Juni 2020, Kawasan Bodebek hingga 2 Juli 2020

PSBB Jabar secara proposional dilanjutkan hingga 26 Juni 2020 untuk daerah di luar kawasan Bodebek dan 2 Juli 2020 untuk kawasan Bodebek.

ANTARA/Humas Jawa Barat
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (12/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proposional dilanjutkan hingga 26 Juni 2020 untuk daerah di luar kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan 2 Juli 2020 untuk kawasan Bodebek.

“Khusus untuk Bodebek, karena dari awal sudah diinstruksikan agar satu frekuensi dengan DKI Jakarta, maka PSBB proporsional di Bodebek disamakan dengan jadwal Jakarta, yaitu 2 Juli 2020,” kata dia, dalam jumpa pers di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (12/6/2020).

Ia melaporkan, angka reproduksi (Rt) Covid-19 di Jawa Barat terbilang terkendali karena konsisten berada di bawah 1, meski dinamis.

Sempat berada di angka 0,68 dan 0,72, saat ini Rt Jawa Barat berada di angka 0,82. Maka itu, ia meminta kepala daerah di Jabar untuk mengetatkan pengawasan.

"Ada kenaikan (Rt) tren dalam dua minggu, walaupun dalam kategori terkendali tapi angka reproduksinya naik pelan-pelan," ucapnya.

"Walaupun masih dalam rentang kendali di bawah 1, saya sampaikan ini sudah lampu kuning,” katanya.

 Warga DKI Kaget, Kawasan Stasiun Tanah Abang Jadi Lebih Tertata Setelah Jadi Kawasan TOD

 CEO Huawei Ditangkap, Dubes China Tuding AS Pembuat Onar dalam Hubungan Bilateral China-Kanada

 Setelah Twitter, Snapchat Hapus Akun Presiden Donald Trump dari Bagian Promosi, Ini Alasannya

Selain itu, kata dia, rata-rata penambahan kasus positif Covid-19 dalam kurun dua pekan terakhir berada di angka 25 kasus.

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Jabar dominan berada di kawasan Bodebek dan Bandung Raya.

“Sempat sembilan, sempat 12, sempat 20, sempat 50, tapi kalau dirata-rata di Jabar untuk penduduk 50 juta masih kategori yang terkendali. Rata-rata kasus kurang lebih di angka 25 kasus,” ujarnya.

“Maka, kepala daerah di Bodebek dan Bandung Raya harus waspada karena kepadatan manusia berbanding lurus dengan hadirnya Covid-19. Sementara di luar Bodebek dan Bandung Raya, relatif sedikit,” katanya.

 Kisah Wahati, Lahirkan Bayi Sendiri Saat Hujan Deras di Semak-semak Beratapkan Kardus

Menurut dia, indeks kasus terkonfirmasi Jawa Barat sebesar 51.

Artinya, setiap 1 juta populasi penduduk Jabar terkonfirmasi terdapat kurang lebih 51 kasus positif Covid-19.

"Presentase jumlah kasus terhadap populasi, kami berada di urutan 26 dari 34 provinsi. Kemudian tingkat kesembuhan kita 5 kali lipat, atau 5 kali lebih banyak dari pasien meninggal, yang sudah seminggu nol," katanya.

“Di Jabar juga lebih banyak yang OTG, daripada yang dirawatnya. Beban rumah sakit sudah turun ke 29 persen. Jadi, para dokter dan tenaga kesehatan di Jabar sudah lebih leluasa. Saya ucapkan terimakasih atas kerja kerasnya,” katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved