Kamis, 30 April 2026

Virus Corona

IKAPPI Sebut Sudah Saatnya Pasar Harus Diselamatkan dari Penyebaran Covid-19

Pasar sebagai sarana menggantungkan hidup membuat pasar sebagai sasaran untuk diselamatkan dari penyebaran Covid-19.

Tayang:
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pasar Lontar Kebon Melati masuk zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19. Maka hari ini, 140 pedagang Pasar Lontar jalani rapid test massal, Senin (8/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menanggapi serius tentang banyak pedagang di pasar tradisional terpapar Covid-19.

Ketua Bidang Keanggotaan DPP IKAPPI, Dimas Hermadiyansyah, mengatakan, besarnya populasi manusia yang menggunakan pasar sebagai sarana menggantungkan hidup membuat pasar sebagai sasaran untuk diselamatkan dari penyebaran Covid-19.

Pihaknya, mencatat data kasus Covid-19 di pasar seluruh Indonesia menjadi 529 orang.

“Jadi total kami mencatat per hari ini positif Covid-19 di pasar sebanyak 529 orang dan yang meninggal sebanyak 29 orang,” kata Dimas, Jumat (12/6/2020).

Prilly Latuconsina Ungkap Harga Sekali Posting Endorsement kepada Boy William

Kominfo Bantu Disdik Sediakan Aplikasi dan Website Agar Pendaftar PPDB Makin Mudah Serta Nyaman

Anggota Pendam Jaya Lakukan Karya Bakti Bersama Warga Cawang

Peremajaan Pasar Ciputat, Anggota DPRD Kota Tangsel : Tidak Bisa Terlaksana Tahun Ini

Menurut Dimas, banyaknya temuan kasus positif Covid-19 pedagang di pasar tradisional membuat mata pencaharian 12 juta lebih pedagang pasar terganggu dan terancam hilang.

Oleh karena itu Dimas berharap pemerintah pusat maupun daerah lebih serius untuk melakukam program penanganan Covid-19 di pasar baik itu melalui program sosialisasi bahaya Covid-19.

Dikatakan Dimas, pelaksanaan protokol kesehatan yang baik, bantuan penyediaan masker maupun sanitizer untuk pedagang serta penyemprotan disinfektan secara rutin disaat pasar berhenti beroperasi sangat diperluakan.

“Kami lihat belum ada sanksi keras untuk pelanggaran. Teman-teman pedagang masih banyak yang malas memakai masker, padahal sudah ada aturan yang mewajibkan memakai masker,” imbuhnya.

Pedagang di Pasar Mester Meninggal Terpapar Covid

Sementara itu, Dimas mencatat seorang pedagang di Pasar Mester Jatinegara, Jakarta Timur dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.

Pedagang yang meninggal dunia itu telah dimakamkan melalui prosedur pencegahan Covid-19.

 Namun Dimas mengaku data rinci soal pedagang yang meninggal tersebut berada di rumahnya.

“Untuk detil waktu dan meninggal di rumah sakit mana itu saya harus lihat data dulu, kebetulan saya sedang berada di luar rumah. Tapi yang jelas datanya ada,” kata Dimas saat dikonfirmasi pada Jumat (12/6/2020) malam.

Berdasarkan data yang dia punya, ada 51 pedagang dari delapan pasar di Jakarta yang terinfeksi Covid-19 di DKI Jakarta. Satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia, yakni pedagang Pasar Mester.

Peneliti Unair Temukan Potensi Dua Formula Stem Cell sebagai Obat Covid-19

Selalu Tampil Enerjik dan Terlihat Awet Muda di Usia 49 Tahun, Simak Kiat dari Armand Maulana

Tak Ada Lagi Warga Pulau Tidung yang Positif Covid-19

Ridwan Kamil: PSBB Jabar Lanjut hingga 26 Juni 2020, Kawasan Bodebek hingga 2 Juli 2020

Rinciannya, 18 pedagang dari Pasar Perumnas Klender, 14 orang dari Pasar Rawa Kerbau, sembilan orang dari Pasar Serdang Kemayoran, lima orang dari Pasar Kramat Jati dan dua pedagang dari Pasar Kedip Kebayoran Lama. Kemudian, masing-masing satu orang dari Pasar Mester Jatinegara, Pasar Lontar dan Pasar Obor Cijantung.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved