Virus Corona

Rumah Sakit di New Delhi Alami Kekurangan Tempat Tidur Akibat Lonjakan Jumlah Penderita Covid-19

Diprediksi jumlah penderita di kota tersebut bakal mencapai angka 550.000 pada bulan depan, sedangkan kapasitas tempat tidur cuma sekitar 9.000.

Penulis: |
SAJJAD HUSSAIN / AFP
Dalam foto yang diambil pada 3 Juni 2020 ini, kerabat menyiapkan pembakaran kremasi untuk seseorang yang meninggal karena virus corona Covid-19, di tanah kremasi Nigambodh Ghat di New Delhi. Antrean pelayat menunggu di pintu masuk ke krematorium terbesar di New Delhi ketika tumpukan korban coronavirus di dalam menunggu dibakar. Nigambodh Ghat telah bekerja lembur sejak New Delhi, India menjadi hotspot pandemi. Tetapi hanya tiga dari enam tungku yang digunakan untuk mengkremasi korban Virus Corona. 

Ia mengaku sudah berada di depan pintu rumah sakit pemerintah Lok Nayak Jayaprakash mengantar ayahnya yang menderita demam tinggi.

Namun, pihak rumah sakit menolak pasien dengan alasan semua tempat tidur sudah terisi.

"Ayah saya mengalami demam tinggi dan masalah pernapasan. Dia tidak akan bertahan tanpa bantuan. Tolong bantu," kata akun Twitter Amarpreet.

Satu jam kemudian ia berujar lagi di Twitter bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Pihak rumah sakit kemudian menanggapi keluhan di Twitter tersebut.

Versi rumah sakit mengatakan bahwa pasien sudah meninggal ketika tiba di rumah sakit.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved