PSBB Jakarta
Masa PSBB Transisi, Boleh Naik KRL Tapi Penumpang Dilarang Ngobrol
Perjalanan KRL kembali normal meski demikian aturan PSBB tetap berlaku. Penumpang diimbau tidak bicara di kereta guna mencegah penyebaran virus Corona
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Rusna Djanur Buana
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tetap melarang penumpang Commuter Line berbicara di kereta selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di bulan Juni ini.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi penularan Covid-19.

“Mulai hari ini KCI juga sudah menerapkan aturan pembatasan jam terkait penumpang lansia dan penumpang dengan barang dagangan.
Untuk sementara balita dilarang naik KRL.
Larangan berbicara selama berada di dalam KRL juga tetap diterapkan,” kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba.
• Sikap Masa Bodoh Trump dan Rasisme
Anne mengatakan, selain menjaga jarak, pengguna juga harus mengikuti protokol kesehatan lainnya yaitu menggunakan masker, dan mengikuti aturan pengukuran suhu tubuh.
Pengguna juga disarankan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL.
“Untuk itu KCI telah menyiapkan wastafel tambahan di 80 stasiun agar penumpang dapat lebih mudah menerpkan kebiasaan cuci tangan ini,” jelas Anne.
Menurutnya sosialisasi berbagai aturan tambahan, protokol, dan kemungkinan kondisi masa kenormalan baru ini dilakukan secara terus menerus.
• BREAKING NEWS: Musisi Benny Likumahuwa Meninggal Dunia
Dengan kedisiplinan bersama, KCI yakin para pengguna KRL dapat beradaptasi dengan kondisi kenormalan baru ini dan beraktivitas kembali secara produktif dan aman.
KCI juga telah mempersiapkan beberapa tahapan operasional dan layanan, hingga nanti keadaan dinyatakan dapat normal kembali sepenuhnya.
“Misalkan peningkatan kapasitas angkut KRL yang diizinkan namun dengan memperketat kelengkapan kesehatan yang harus dipenuhi pengguna saat naik KR,L antara lain pelindung wajah atau faceshield dan baju lengan panjang.
“Tahapan yang dirancang ini merupakan antisipasi volume penumpang yang terus meningkat setiap harinya,” jelasnya.
Senin (8/6) kemarin jumlah penumpang KRL mengalami peningkatan signifikan.
Frekuensi dan jadwal KRL telah kembali normal.
PT KCL Senin (8/6) mengoperasikan 935 perjalanan KRL.
Angka ini bertambah 161 perjalanan dibandingkan frekuensi pada masa PSBB.
Untuk jumlah penumpang yang diizinkan di setiap kereta, pihaknya membatasi sekitar 35-40 persen dari kapasitas.
Angka ini lebih rendah dibanding kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah terhadap angkutan publik yang dikelola DKI sebesar 50 persen dari kapasitas.