Sabtu, 25 April 2026

New Normal

Bukan Hanya Pemerintah, Sandiaga Uno Ingatkan New Normal Tanggung Jawab Semua Pihak

Bukan Hanya Pemerintah, Sandiaga Uno Ingatkan New Normal Tanggung Jawab Semua Pihak

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Sandiaga Uno menggandeng sejumlah pengusaha lokal di antaranya Ultimate U, SAGE, NIION, TanaAir, BHS, Amble, STAYCOOL untuk menggelar lelang Donasi di laman Instagram @Ultimateu_ID yang dilakukan pada hari ini, Rabu 20 Mei 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - New normal menjadi awal baru kehidupan masyarakat di tengah pandemi virus corona atau covid-19. 

Walau belum banyak yang terbiasa dengan kebiasaan baru, Sandiaga Uno mengingatkan agar semua pihak, bukan hanya pemerintah, dapat saling mengingatkan. 

Oleh karena itu, menurutnya, sosialisasi new normal menjadi tanggung jawab masyarakat, mulai dari akademisi hingga dunia usaha.

"Banyak masyarakat belum terbiasa dengan new normal? jawabannya sosialisasi, edukasi dan tanggung jawabnya bukan hanya di pemerintah, tetapi dunia usaha, akademisi," ungkap Sandiaga Uno dalam jumpa pers online pada Senin (8/6/2020). 

"Kedengarannya klasik, tapi memang itulah satu-satunya cara kita mendorong keseimbangan kebijakan new normal dengan masyarakat yang belum terbiasa, dan di sini peran media," tambahnya. 

Oleh karena itu, Sandi-sapaan Sandiaga Uno; kembali mengingatkan agar semua pihak dapat menciptakan peluang di masa new normal

Peluang usaha yang dapat mengembalikan perputaran roda ekonomi, khususnya pada skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang paling terdampak pandemi covid-19.

Terkait hal tersebut, dirinya memetakan empat zona yang disesuaikan dengan resiko penularan covid-19 dengan dampak ekonomi, antara lain Go Zone, Pivot Zone, Check Zone dan Wait Zone. 

Empat zona klasifikasi sektor ekonomi menurut Sandiaga Uno disesuaikan dengan resiko penularan covid-19 dengan dampak ekonomi, antara lain Go Zone, Pivot Zone, Check Zone dan Wait Zone.
Empat zona klasifikasi sektor ekonomi menurut Sandiaga Uno disesuaikan dengan resiko penularan covid-19 dengan dampak ekonomi, antara lain Go Zone, Pivot Zone, Check Zone dan Wait Zone. (Istimewa)

"New normal ini kita harus seimbangkan, fokus di Go Zone yang resiko (penularan covid-19) masyarakatnya paling rendah, tapi faktor ekonominya tertinggi," jelas Sandi.

Go Zone tersebut di antaranya e-commerce kebutuhan rumah, jasa pengiriman barang dan makanan, cloud dan streaming service. 

Selain itu, farmasi, cleaning service, home fitnes hingga media telekomunikasi katanya sangat prospektif pada masa new normal.

"Jadi fokus di sini dulu (Go Zone), di mana UMKM dapat menciptakan lapangan kerja yang besar mendorong beberapa sektor nasional," jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, dirinya menilik kebijakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo soal pembukaan delapan sektor ekonomi. 

Dalam kebijakan tersebut, industri termasuk dalam sektor yang digenjot pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. 

Namun, menurutnya, sektor industri masuk dalam kategori Pivot zone, yakni memiliki resiko penularan covid-19 rendah tetapi juga berdampak ekonomi rendah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved