Sabtu, 25 April 2026

PSBB Jakarta

Penumpang KRL Sebut Masih Ada yang Telepon Saat Pulang Jam Kerja

Menurut Damar, protokol kesehatan juga berlaku di dalam gerbong seperti larangan menelepon atau ngobrol.Tapi, masih ada yang telepon.

Editor: Dodi Hasanuddin
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Antrean calon penumpang kereta rel listrik (KRL) membeludak di loket Stasiun Citayam, Senin (8/6/2020) di saat pemberlakuan PSBB transisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Senin (8/6/2020) pagi, antrean penumpang pengguna KRL Commuterline sudah tampak di Stasiun Bogor, begitu juga stasiun yang dilewatinya.

Pemandangan penumpang mengantre juga tampak di Stasiun Citayam. Kali ini jumlah antrean sampai mengular panjang.

Hal itu terjadi lantaran  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerapkan PSBB transisi, sehingga mengizinkan aktivitas perkantoran beroperasi.

Gojek Kembali Aktifkan Aplikasi Angkut Penumpang, Hari Pertama Masih Sepi, Baru Ada Order Makanan

Pascakematian George Floyd, Dewan Kota Minneapolis Berencana Tutup Kepolisian

Perawatan Istri Ojek Online Positif Virus Corona Akhirnya Dilakukan di Rumah Singgah Griya Anabatic

Penumpang KRL Melonjak di Hari Pertama PSBB Transisi, Banyak Karyawan yang Baru Masuk Kerja Lagi

Damar warga Desa Ragajaya, Kampung Bambon, Kabupaten Bogor, mengatakan, lantaran masih di tengah pandemi Covid-19, pihak Stasiun Citayam memberlakukan protokol kesehatan tanpa terkecuali bagi penumpang.

"Normalnya kan dari rumah ke stasiun 7-10 menit. Biasanya dari parkiran bisa langsung masuk peron dan antre sampai 5 menit," cerita Damar.

 Menurut Damar, di hari pertama kerja pihak Stasiun Citayam membatasi jumlah penumpang di dalam peron sehingga menimbulkan antrean.

"Akibatnya antrean sekitar 30 sampai 45 menit untuk calon penumpang bisa memasuki peron stasiun," katanya.

Perjuangan calon penumpang untuk bisa masuk gerbong KRL Commuterline belum berhenti sampai di situ, lanjutnya.

Faktanya, penumpang yang sudah di dalam peron pun harus mengantre untuk mendapat giliran masuk ke dalam gerbong KRL sesuai relasi.

"Antrean di dalam peron bisa 10 sampai 20 menit. Itupun kalau keretanya tidak menunggu lama. Waktu tunggu kereta sekitar 10 sampai 20 menit," ucap Damar.

 Tidak seperti hari-hari lalu, kata Damar, karena volume kepadatan penumpang mulai terasa pas di hari pertama kerja.

Ia menduga, padatnya penumpang karena beberapa perkantoran di Jakarta mulai beraktivitas lagi meski dibatasi hanya 50 persen.

Damar menambahkan bahwa kepadatan di dalam peron dan gerbong KRL Commuterline tak sepadat saat pulang kerja, yakni pukul 18.00 WIB.

Namun, menurut dia, protokol kesehatan juga berlaku di dalam gerbong seperti larangan menelepon atau ngobrol.

"Tapi tetap saja ada telepon," ungkap dia. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved