Berita Video

VIDEO: Normal Baru, Begini Pelayanan Petugas di Bandara Soekarno Hatta

"New normal petugas yang berjaga wajib menggunakan APD (alat pelindung diri-Red)," ujar Febri saat ditemui Wartakotalive.com,

Warta Kota/Andika Panduwinata
Calon penumpang pesawat sedang melangkapi berkas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (4/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi salah satu tempat layanan publik yang menerapkan new normal pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Senior Manager Branch Communication Bandara Internasional Soekarno Hatta, Febri Toga Simatupang mengatakan, pihaknya tengah berbenah dalam menghadapi kondisi tatanan hidup baru.

Sejumlah pelayanan pun kini berubah total untuk mencegah penyebaran virus corona.

"New normal petugas yang berjaga wajib menggunakan APD (alat pelindung diri-Red)," ujar Febri saat ditemui Wartakotalive.com, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (5/6/2020).

 Jelang New Normal, Calon Penumbang Gagal Terbang di Bandara Internasional Soekarno Hatta

 VIDEO: Jelang New Normal, Penumpang di Bandara Soetta Banyak yang Gagal Terbang

Untuk petugas di lapangan sesuai aturan prosedur harus menggunakan APD. Jika kondisi darurat, mereka akan memakai APD level dua yakni menggunakan pakaian hazmat.

"Untuk pelayanan pun diubah. Sudah ada lift yang dioperasikan menggunakan pedal kaki," ucapnya.

Para pengguna jasa bandara tidak harus menyentuh lift menggunakan tangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pencegahan penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

"Kami juga menyiapkan sistem proses digitalisasi pemeriksaan dokumen bagi para calon penumpang," kata Febri.

 Angkasa Pura II Perpanjang Penutupan Layanan TOD M1 dan Skytrain Bandara Soetta

 Pembatasan Penerbangan di Bandara Diperpanjang hingga 7 Juni, Pemeriksaan Dokumen Diperketat

Ada 3 dokumen yang wajib disertakan  calon penumpang pesawat yakni tiket pesawat, surat keterangan sehat hasil rapid test, dan surat keterangan dinas.

"Sistem digitalisasi ini untuk mempermudah proses pemeriksaan. Dan yang lebih penting lagi mencegah kerumunan," katanya lagi.

Febri berujar bahwa pihaknya sangat berkonsentrasi untuk menghindari membeludaknya penumpang dengan  menerapkan jaga jarak fisik

"Kami sudah sediakan marka di ruang tunggu, shutle bus, tempat ibadah dan area publik lainnya," ujar Febri. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved