Palembang
Kisah Anak Laki-laki Diterkam Buaya Lalu Diseret di Hadapan Ayahnya Sendiri, Begini Akhirnya
Seekor buaya menerkam kaki lalu menyeret seorang anak laki-laki di hadapan bapaknya sendiri saat mencari daun nipah di Sungai Bungin, Banyuasin.
WARTAKOTALIVE.COM, PALEMBANG - Seekor buaya menerkam kaki lalu menyeret seorang anak laki-laki di hadapan bapaknya sendiri saat mencari daun nipah di Sungai Bungin, perairan Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Peristiwa naas itu terjadi pukul 08.00 WIB Rabu (3/6/2020), saat Asidin (58) dan kedua anaknya menyeberangi perairan Sungsang yang dikenal masih menjadi habitat buaya untuk mengambil pohon nipah; setelah dirasa cukup ketiganya memutuskan pulang.
Kemudian saat bersiap untuk pulang dan sudah berada di atas perahu, kaki salah seorang anak Asidin, yakni Joni (30), diterkam dan ditarik buaya.
Sontak Joni berteriak meminta tolong tetapi terus ditarik buaya ke dalam sungai.
Asidin langsung melompat ke sungai berupaya menyelamatkan anaknya, namun usahanya tidak membuahkan hasil.
• Warga DKI Kaget, Kawasan Stasiun Tanah Abang Jadi Lebih Tertata Setelah Jadi Kawasan TOD
• Tetangga Dirumahkan 14 Hari Tanpa Gaji akibat Postingan Via Vallen soal Adiknya Positif Covid-19
• Wacanakan Masuk Sekolah Awal Tahun 2021, Ridwan Kamil Sebut Kasus Corona Harus Nol Baru ke Sekolah
Karena gagal menyelamatkan putranya, Asidin segera meminta bantuan masyarakat setempat serta diteruskan ke aparat keamanan.
Tim SAR terdiri dari personel Posmat TNI AL Sungsang dan Pos Polisi Perairan dan Udara Sungsang lalu bergerak menuju perairan Sungai Bungin pukul 14.00 WIB untuk membantu warga mencari jasad Joni.
Barulah setelah dicari selama delapan jam, pukul 21.30 tim SAR dan warga menemukan buaya yang dicari-cari sedang menggigit tubuh Joni dengan posisi melintang, tim sempat kesulitan mengevakuasi Joni karena buaya itu melawan.
"Petugas harus memberikan tembakan kearah badan buaya sebanyak dua kali dan akhirnya buaya melepaskan korban lalu melarikan diri, selanjutnya Tim SAR mengevakuasi korban," kata Komandan Pos Polisi Perairan dan Udara Sungsang, Brigadir Teguh Hari Susanto.
• FACEBOOK Memanas, Karyawan Mogok Protes Unggahan Donald Trump, Begini Sikap Zuckerberg
Korban yang sudah meninggal dunia segera dibawa ke rumah duka dan warga diingatkan agar waspada saat beraktivitas di sungai mengingat sudah cukup sering kejadian serupa terjadi.
Sebelumnya seorang warga di kecamatan yang sama tewas mengenaskan karena dimangsa buaya pada 9 Desember 2020.
Wanita berenang di Sungai Kisan tewas diterkam buaya
Sementara itu, seorang wanita warga Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Devi (17) yang hilang diduga akibat diterkam buaya saat berenang di Sungai Kusan, kini sudah ditemukan dalam keadaan kritis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Eryanto Rais yang didampingi Camat Sungai Loban, Rusdi di Batulicin, Minggu (10/5/2020) mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 11.40 Wita yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat kejadian.
• ZONA Merah, Hari Ini Rabu 3 Juni 2020 Pademangan Barat Bahas Strategi 6 RW Hadapi PSBL
"Saat ditemukan kondisi korban sangat kritis sehingga petugas yang menemukan korban langsung melarikannya ke Puskesmas terdekat, namun nyawa korban tidak terselamatkan korban meninggal dunia," katanya.
Dijelaskan, kejadian ini diduga memang murni akibat binatang buas atau buaya, dari keterangan saksi teman korban sempat melihat ada buaya di saat korban berenang di sungai tersebut.
Dari keterangan saksi bahwa pada Minggu sekitar pukul 07.00 wita korban sedang berenang di sungai tersebut bersama dengan temannya berjumlah tiga orang yakni AA (17), JS (17) dan HS (20).
Kemudian korban berenang agak ke tengah sungai dan JS naik untuk menepi dengan korban. Setelah itu korban loncat kembali ke sungai dan tidak mengapung lagi.
Namun di saat korban tidak muncul ke permukaan air, JS melihat ekor buaya sedang menggigit dan menarik tangan korban ke tengah sungai.
• Akibat Larangan Seks untuk Cegah Corona, Pemerintah Inggris Malah Tuai Ejekan
"Kini korban sudah dimakamkan oleh keluarganya, dan kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali," pungkasnya.
Remaja diterkam buaya di Poleang ditemukan kondisi meninggal dunia
Tim SAR Kendari, Sulawesi Tenggara, bersama gabungan petugas BPBD dan Polsek Bombana, telah menemukan remaja bernama Wawan (14) dalam kondisi meninggal dunia yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga diterkam buaya saat mencari pakar ternak sapi.
Humas Basarnas Kendari, Wahyudin, melalui pesan WhatsApp yang diterima, Jumat mengatakan, korban ditemukan sekitar satu kilometer dari tempat kejadian semula dilaporkan hilang.
• AMERIKA Diguncang Kerusuhan, Ini Permintaan Adele kepada Penggemar yang Ikut Aksi George Floyd
"Kondisi korban saat ditemukan dalam kondisi masih utuh, namun telah meninggal dunia. Tim menemukan sekitar pukul 10.45 Wita. Dan jenazah korban sudah diserhkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya," ujar Wahyudin.
Dengan demikian, setelah korban ditemukan, operasi Tim SAR dibantu dengan beberapa tim teknis dan anggota masyarakat setempat dinyatakan selesai.
Sebelumnya, pada Kamis (23/4/2020) sekitar pukul 11.00 Wita, Comm Centre Badan SAR Nasional Kendari menerima informasi dari Ilham, salah seorang keluarga korban yang melaporkan bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia satu orang diterkam buaya di Sungai Poleang, Desa Teppo, Dusun Lasirantang, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana atau sekitara 260 kilometer selatan Kendari .
• Dokter Italia: Virus Corona Sudah Melemah, Namun Bantah Antibiotik Ampuh Sembuhkan Covid-19
Korban dilaporkan hilang saat mencari pakan sapi bersama ayahnya di sekitaran sungai tempat anak itu dilaporkan hilang.
Dan Tim SAR Kendari setelah mendapat informasi itu langsung menuju daerah Bombana untuk memberikan pertolongan kepada anak yang dilaporkan hilang tersebut dengan membawa satu unit rescue car, satu unit ambulans dan satu buah perahu karet beserta peralatan pendukung lain. (Antaranews)