Kerusuhan di AS
Wali Kota New York Klaim Putrinya Demo Damai Saat Ditangkap karena Protes Kematian George Floyd
Wali kota New York City, Bill de Blasio mengaku tidak tahu putrinya Chiara de Blasio ditangkap polisi.Meski demikian ia bangga pada Chiara
Sebelumnya diketahui bahwa De Blasio menolak gagasan jam malam untuk membantu memadamkan protes seperti yang diterapkan di kota-kota besar AS lainnya.
Shea mengatakan dia tidak berpikir jam malam akan berhasil.
• DMI Terbitkan Surat Edaran Serukan Masjid Dibuka kembali untuk Salat Lima Waktu dan Salat Jumat
"Kita bisa memberlakukan jam malam hari ini," katanya setelah kerusuhan.
Namun demikian, de Blasio mengatakan itu masih merupakan pilihan dan bahwa dia akan membahasnya lebih lanjut pada hari Senin dengan Gubernur Andrew Cuomo.
Protes Hari Ketiga
Ini adalah hari ketiga aksi protes di kota New York atas pembunuhan George Floyd oleh seorang personil polisi di Minnesota.
Gelombang massa ini tumpah ruah ke jalan setelah sebagian besar warga New York menghabiskan dua bulan terakhir di dalam pembatasan ketika virus corona menyerang kota.
Malam sebelumnya, ribuan orang berhadapan dengan pasukan polisi di jalanan sekitar arena olahraga Brooklyn.
NYPD mengatakan setidaknya 120 orang ditangkap dan 15 kendaraan polisi rusak atau hancur.
• Goa Sakral Suku Aborigin Berusia 46.000 Tahun Diledakkan Demi Bijih Besi, Rio Tinto Minta Maaf
Bill de Blasio, seorang politikus Demokrat, menuding kerusuhan terjadi karena ulah sejumlah kecil agitator yang "tidak mewakili kota ini" dan sengaja berusaha untuk menghasut agar terjadi kekerasan terhadap polisi.
"Kami menghargai dan menghormati semua aksi unjuk rasa damai, tapi sekarang saatnya bagi warga untuk pulang," ujar de Blasio kepada wartawan, di luar antor Pusat Manajemen Darurat pukul 23:30 waktu setempat.
"Apa yang kita lihat adalah orang yang datang dari luar," lanjut de Blasio kepada Stasiun TV NY1.
Di tempat lain, Walikota di Rochester menyatakan keadaan darurat dan jam malam diberlakukan pada pukul 21.00, setelah demonstran menghancurkan mobil polisi.
Baca: Demo Kematian George Floyd, Donald Trump Akan Masukkan Kelompok Antifa sebagai Teroris
Aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas kematian George Floyd berbuntut kerusuhan hingga aksi penjarahan di toko terjadi di Beverly Hills, Sabtu (30/5/2020) waktu setempat.