Kerusuhan di AS

Kim Kardashian Cari Pelajar Perempuan yang Wajahnya Ditembak saat Demo di AS ini,

Kim Kardhasian mencari pelajar perempuan yang ditembak polisi saat aksi demo di AS. Ia hendak membantu dan mengobati pelajar tersebut.

Editor: Mohamad Yusuf
Twitter @KimKardhasian
Seorang pelajar perempuan ditembak menggunakan peluru karet saat demo AS. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selebritis Kim Kardhasian ternyata menaruh perhatian atas demo besar-besaran yang terjadi di penjuru Amerika Serikat (AS) saat ini.

Apalagi saat Kim Kardhasian mengetahui adanya kasus ditembaknya seorang pelajar perempuan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Di mana hingga menyebabkan wajah pelajar perempuan itu luka parah.

Kim Kardhasian pun berniat mencari pelajar tersebut.

Ia hendak menemui dan mengobatinya.

 Beredar Kabar Para Pilot Kena PHK, ini Penjelasan Dirut Garuda Indonesia

 DMI Terbitkan Surat Edaran Serukan Masjid Dibuka kembali untuk Salat Lima Waktu dan Salat Jumat

 Ketika Donald Trump Sembunyi di Bunker, Selamatkan Diri dari Demonstran yang Semakin Memanas

 Pemerintah Arab Saudi Kembali Buka Masjid, Terapkan Aturan ini, Bagaimana dengan Umrah dan Haji?

Hal itu ia informasikan melalui akun Twitter-nya @KimKardhasian pada Selasa (2/6/2020).

Dalam akunnya ia mengunggah sebuah foto perempuan dengan luka cukup parah.

Pada bagian dahinya terlihat luka yang lebar menganga serta mengucurkan darah.

Sementara pada mata kirinya tampak lebam.

"Polisi menembakkan peluru karet ketika melumpuhkan seorang pelajar perempuan Sekolah Menengah Atas, saat aksi demonstrasi damai kemarin. Darah bercucuran dari dahinya. Ia ditembak dari jarak dekat," tulis keterangan dalam foto tersebut.

Sementara Kim Kardhasian pun langsung menanggapi kejadian tersebut.

Dengan mencoba mencari pelajar perempuan yang mengalami luka parah itu.

"Ini memilukan dan sangat mengganggu. Adakah yang tahu bagaimana saya bisa menghubungi dia? Saya akan senang membantunya dengan perawatan medis jika dia membutuhkannya," kata Kim.

Kim Kardhasian mencari pelajar perempuan yang ditembak polisi saat aksi demo di AS. Ia hendak membantu dan mengobati pelajar tersebut.
Kim Kardhasian mencari pelajar perempuan yang ditembak polisi saat aksi demo di AS. Ia hendak membantu dan mengobati pelajar tersebut. (Twitter @KimKardhasian)

Donald Trump Sembunyi di Bunker 

Aksi demonstran di Amerika Serikat (AS) semakin memanas.

Bahkan kini para demonstran mulai merangsek mencoba masuk ke Gedung Putih di Washington DC.

Di mana ratusan pengunjuk rasa sudah di luar area kediaman eksekutif gedung kepresidenan itu.

Alhasil, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diungsikan oleh pasukan pengawal kepresidenan ke bunker Gedung Putih, untuk selamatkan dari para pendemo.

Dilansir dari Tribunnews, sebagian dari pengunjuk rasa melemparkan batu-batu dan mendorong barikade aparat kepolisian yang berjaga-jaga di kompleks Gedung Putih.

 Akhirnya Polisi Derek Chauvin Didakwa Pembunuhan, Setelah Menindih Leher George Floyd hingga Tewas  

 Kisah Perjuangan Tirta ke Aceh di Tengah Pandemi, karena Sang Adik Meninggal,Prosesnya Melelahkan

 Masih Trending di Twitter Terkait Cuitannya, Dirut TVRI Imam Brotoseno Setiap Orang punya Masa Lalu

 Tidak Sanggup Bayar Iuran, BPJS Kesehatan Persilakan Peserta Kelas I dan II Turun Kelas

Salah seorang politisi Republik yang dekat dengan Gedung Putih menuturkan, Minggu (31/5/2020) waktu setempat atau Senin pagi WIB, Trump berada di bungker Gedung Putih selama hampir satu jam.

Bunker Gedung Putih dirancang untuk digunakan pada saat-saat darurat, seperti pada saat ada serangan teroris.

Sumber dari kalangan Republik itu tidak bersedia diungkap identitasnya karena tidak memiliki otoritas menyampaikan hal tersebut secara terbuka.

Kantor berita Associated Press melaporkan, diungsikannya Trump ke bungker Gedung Putih pada Jumat malam itu dikonfirmasi oleh seorang pejabat pemerintah AS yang juga tidak bersedia disebut namanya.

Keputusan pasukan pengawal kepresidenan AS mengungsikan Trump ke bunker itu menggambarkan situasi kegawatan di Gedung Putih saat massa demonstran berunjuk rasa di luar.

Unjuk rasa berlatar belakang isu rasial itu dipicu tewaskan George Floyd, pria kulit hitam, setelah lehernya ditekan dengan dengkul oleh polisi berkulit putih di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Senin (25/5/2020).

Insiden itu memicu unjuk rasa besar-besaran yang meluas hingga wilayah-wilayah lain di AS.

 Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Ini Sosok Dwi Sasono, Aktor Sukses Bintangi 40 Film

 Ikut Upacara Melalui Video Conference, ini Arti Pancasila Bagi Anies Baswedan

Bahkan, unjuk rasa serupa sebagai protes atas kebrutalan polisi terhadap Floyd juga digelar di luar negeri, seperti di London, Berlin, dan kota-kota lain.

Di Washington DC, kota tempat lokasi Gedung Putih, unjuk rasa berubah menjadi ajang kekerasan, membuat aparat keamanan terkejut.

Aparat memberlakukan kesiagaan tertinggi di kompleks Gedung Putih untuk pertama kali sejak serangan teror 11 September 2001.

"Gedung Putih tidak berkomentar mengenai protokol dan keputusan keamanan," kata Judd Deere, juru bicara Gedung Putih.

Bagian Pengawal Kepresidenan juga tidak bersedia mengungkap cara dan metode operasi pengamanan presiden.

Berita diungsikannya Trump ke bungker Gedung Putih pertama kali dilaporkan harian The New York Times, Minggu (31/5/2020).

Saat unjuk rasa massa berlangsung di sekitar Gedung Putih sepanjang akhir pekan lalu, teriakan pengunjuk rasa terdengar hingga Lafayette Park di dalam kompleks Gedung Putih.

Aparat pengawal kepresidenan dan petugas keamanan istana terlihat kerepotan untuk mengendalikan massa.

Menurut politisi Republik yang mengungkapkan diungsikannya Trump ke bungker, Trump dan keluarganya terkejut menyaksikan jumlah dan ungkapan kemarahan para pengunjuk rasa.

Belum diketahui secara pasti, apakah pada saat itu Ibu Negara Melania Trump dan putranya, Barron (14), juga mengikuti Trump diungsikan ke bungker.

Dalam situasi darurat, protokol pengawal kepresidenan biasanya mengungsikan semua orang di bawah perlindungan mereka untuk mengungsi ke tempat perlindungan bawah tanah.

Trump sendiri dilaporkan mengungkapkan pada para penasihatnya bahwa dia khawatir dengan keselamatan dirinya, sambil pada saat yang sama secara pribadi maupun terbuka mengungkapkan pujian terhadap petugas pengawal kepresidenan.

Sesuai agenda kepresidenan, pada Sabtu lalu Trump berkunjung ke Florida untuk menyaksikan peluncuran pesawat ulang-alik SpaceX Falcon 9 yang membawa dua astronot ke luar angkasa.

Ia kemudian kembali ke Gedung Putih, sementara para pengunjuk rasa tetap berdemonstrasi di dekat kompleks itu hingga malam hari.

Massa kembali mendatangi area tersebut, Minggu sore, dan berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian di Lafayette Park hingga malam.

Selama unjuk rasa rakyat AS berlangsung dan di tengah krisis nasional itu, Trump terus berupaya memperlihatkan kewenangannya, dengan mengunggah cuitan-cuitan bernada menghasut serta menyampaikan serangan-serangan bernada partisan.

Sementara kota-kota utama dilanda unjuk rasa besar-besaran dan tayangan liputan televisi terus memperlihatkan kekerasan terkait unjuk rasa itu.

Para penasihat Trump mengusulkan agar Trump menyampaikan pidato kenegaraan untuk meredakan ketegangan di AS.

Namun, usulan itu segera dihapus menyusul tidak jelasnya usulan kebijakan yang harus disampaikan dalam pidato tersebut.

Selain itu, Trump juga terlihat tidak tertarik untuk menyampaikan pesan pentingnya keutuhan bangsa.

Pada hari Minggu kemarin, Trump tidak tampil di hadapan publik.

Menurut salah satu pejabat Gedung Putih, tengah dirancang bahwa dalam beberapa hari ke depan Trump akan menyampaikan pesan.

Tentang pembedaan antara massa pengunjuk rasa damai yang bisa diterima secara hukum dan tindakan-tindakan hasutan kekerasan yang tak bisa ditoleransi.

Pada Minggu kemarin, Trump membagi ulang pesan di Twiter (retweet) dari seorang komentator berhaluan konservatif yang mendesak aparat pemerintah untuk merespons unjuk rasa dengan kekuatan lebih besar.

Dalam beberapa hari terakhir, pengamanan di kompleks Gedung Putih diperkuat dengan pengerahan Pasukan Garda Nasional dan personel tambahan dari Dinas Pengawal Kepresidenan serta kepolisian AS.

Pada Minggu kemarin, Departemen Kehakiman AS menurunkan para anggota pengamanan pengadilan (Marshals Service) dan petugas Badan Penanggulangan Narkotika untuk memperkuat pasukan Garda Nasional berjaga-jaga di luar Gedung Putih. (AP/AFP/REUTERS).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Massa Demonstran Dekati Gedung Putih, Presiden Trump Diungsikan ke Bungker"

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved