Selasa, 14 April 2026

Pilkada Kota Tangsel 2020

Pengamat Sebut Pilkada Kota Tangsel 2020 Bak Persaingan Dinasti Dan Non Dinasti

Persaingan ketat antar balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel telah dimulai . Seiring penempatan partai politik di para kandidatnya.

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Andika Panduwinata
Siti Nur Azizah saat mendaftar calon Wali Kota Tangsel via PSI. Ia mantap ikut Pilkada Tangsel 2020 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL- Perebutan kursi nomor satu di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin memanas jelang perhelatan Pilkada serentak 2020 ini.

Persaingan ketat antar bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel pun telah dimulai seiring penempatan partai politik terkait kandidatnya yang akan bertarung di Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Tiga nama pun telah bermunuculan dengan label partai politik pendukung seperti Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan (Ben-Pilar) yang didukung Partai Golkar.

Lalu, Siti Nur Azizah yang telah mendapat restu dari Partai Demokrat, dan Muhamad yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel yang telah mendapat dukungan dari PSI.

 Pria Bertato Kepulauan Indonesia Terekam sedang Hancurkan Bank di Kerusuhan AS, ini Pengakuannya

 Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Ini Sosok Dwi Sasono, Aktor Sukses Bintangi 40 Film

 Ikut Upacara Melalui Video Conference, ini Arti Pancasila Bagi Anies Baswedan

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan munculnya tiga nama kandidat dalam Pilkada 2020 Kota Tangsel itu dimaknai sebagai pertarungan antar gerbong dinasti, dan non dinasti.

Menurutnya gerbong dinasti lebih merujuk kepada pasangan Benyamin - Pilar.

Pasalnya, Ben yang disandingkan dengan Pilar merupakan anak dari Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan telah mendapat rekomendasi dari Partai Golkar sebagai pemegang kursi terbanyak di Kota Tangsel.

Terlebih, Benyamin akan masuk dalam keluarga Dinasti Rawu yang selama ini menguasai pemerintahan di wilayah Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten.

Sedangkan pada gerbang non dinasti akan merujuk pada kandidat Muhamad atau Siti Nur Azizah.

 Akhirnya Polisi Derek Chauvin Didakwa Pembunuhan, Setelah Menindih Leher George Floyd hingga Tewas  

 Kisah Perjuangan Tirta ke Aceh di Tengah Pandemi, karena Sang Adik Meninggal,Prosesnya Melelahkan

 Masih Trending di Twitter Terkait Cuitannya, Dirut TVRI Imam Brotoseno Setiap Orang punya Masa Lalu

 Tidak Sanggup Bayar Iuran, BPJS Kesehatan Persilakan Peserta Kelas I dan II Turun Kelas

"Pertama harus dipastikan dulu siapa partai-partai yang mendukung tiga kandidat itu, kalau Ben-Pilar bisa maju sendiri kan itu jelas bisa daftar. Kalau Muhamad sejauh ini yang terendus PSI dan PDI-P cukup lah," kata Adi saat dihubungi, Tangsel, Senin (1/6/2020).

"Nah, Azizah ini yang belum terbaca dia ini didukung partai mana, Demokrat enggak cukup kursi artinya butuh koalisi partai lain yang belum menentukan pilihan," tambahnya.

Jika dibaca rata-rata, kalau ada tiga gerbong, lanjut Adi, tentu petahana (Ben-Pilar) sangat diuntungkan.

Karena penantang itu terbelah masuk ke Muhamad dan masuk ke Azizah, artinya kelompok anti politik dinasti kalau enggak ke Muhamad atau ke Azizah itu kalau tiga calon.

Andi menjelaskan, keberuntungan akan lebih berpihak kepada pasangan bakal calon Ben-Pilar bila terdapat da kandidat lain yang bakal bertarung pada Pilkada 2020 nanti.

Pasalnya, Ia menilai dua kandidat lain akan saling berebut suara pemilih yang notaben tidak mendukung pasangan dari pihak dinasti Ben-Pilar.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved