Kesehatan
Awas Silent Killer, Waspadai Hiperkolesterol dan Hipertensi setelah Lebaran
Saat Lebaran, makanan yang disantap biasanya mengandung santan, lemak tinggi, dan garam. Semua ini memicu penyakit hiperkolesterol dan hipertensi.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
Maklumlah, beberapa makanan 'wajib' untuk santapan Lebaran itu sebagian besar penuh dengan lemak.
Ada opor ayam, rendang, telur, dan berbagai menu daging yang diolah dengan beragam cita rasa.
Belum lagi sambal goreng ati. Inilah makanan hari raya Idul Fitri yang 'wajib' ada.
Nah, seperti diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya, berikut ini ada 10 daftar makanan yang bisa melawan kolesterol jahat yang bisa Anda peroleh secara mudah, salah satunya adalah terong.
Karena itu, jika sudah terlanjur mengonsumsi banyak makanan yang mengandung santan, maka kita harus segera mengendalikan agar tidak berlebihan.
Seperti diketahui, kolesterol dapat memicu penyakit seperti stroke hingga serangan jantung.
Melansir dari hallosehat.com, dalam tubuh manusia terdapat senyawa kolesterol yang sifatnya mirip dengan lemak.
Senyawa ini hidup secara alami dalam setiap bagian tubuh manusia seperti otak, saraf, otot, usus, hati dan jantung.
Kolesterol datang melalui dua sumber, yaitu diproduksi oleh hati atau lewat makanan yang kita konsumsi.
Normalnya angka kolesterol yang disarankan para dokter di bawah 200 miligram per desiliter (mg/dl).
Jika melakukan tes kadar kolesterol, pastikan kamu mendapatkan rincian hasil HDL (lemak baik) dan LDL (lemak jahat).
Kadar HDL yang baik adalah 60 mg/dl, tapi semakin tinggi angkanya justru semakin baik.
Sementara itu, kadar LDL yang aman adalah di bawah 100 mg/dl.
Dengan mengatur jenis makanan yang dikonsumsi bisa menurunkan kolesterol dan meningkatkan lemak melalui aliran darah.
Menambah makanan yang menurunkan LDL akan membawa kolesterol berbahaya yang berkontribusi pada aterosklerosis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dr-firizkita-dewi-sp-jp-fifa.jpg)