Sabtu, 25 April 2026

Kesehatan

Awas Silent Killer, Waspadai Hiperkolesterol dan Hipertensi setelah Lebaran

Saat Lebaran, makanan yang disantap biasanya mengandung santan, lemak tinggi, dan garam. Semua ini memicu penyakit hiperkolesterol dan hipertensi.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Dr Firizkita Dewi SP JP FIFA, Specialist Jantung dan Pembuluh Darah di RS Pusat Pertamina Jakarta saat Live Instagram@rspusatpertamina#TanyaDokter, Jumat (29/5/2020). 

Maklumlah, beberapa makanan 'wajib' untuk santapan Lebaran itu sebagian besar penuh dengan lemak.

Ada opor ayam, rendang, telur, dan berbagai menu daging yang diolah dengan beragam cita rasa.

Belum lagi sambal goreng ati.  Inilah makanan hari raya Idul Fitri yang 'wajib' ada. 

Nah, seperti diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya, berikut ini ada 10 daftar makanan yang bisa melawan kolesterol jahat yang bisa Anda peroleh secara mudah, salah satunya adalah terong.

 
Ilustrasi
Makanan nikmat seperti opor ayam danrendang yang banyak kolesterol.

Karena itu, jika sudah terlanjur mengonsumsi banyak makanan yang mengandung santan, maka kita harus segera mengendalikan agar tidak berlebihan.

Seperti diketahui, kolesterol dapat memicu penyakit seperti stroke hingga serangan jantung.

Melansir dari hallosehat.com, dalam tubuh manusia terdapat senyawa kolesterol yang sifatnya mirip dengan lemak.

Senyawa ini hidup secara alami dalam setiap bagian tubuh manusia seperti otak, saraf, otot, usus, hati dan jantung.

Kolesterol datang melalui dua sumber, yaitu diproduksi oleh hati atau lewat makanan yang kita konsumsi.

Normalnya angka kolesterol yang disarankan para dokter di bawah 200 miligram per desiliter (mg/dl).

Jika melakukan tes kadar kolesterol, pastikan kamu mendapatkan rincian hasil HDL (lemak baik) dan LDL (lemak jahat).

Kadar HDL yang baik adalah 60 mg/dl, tapi semakin tinggi angkanya justru semakin baik.

Sementara itu, kadar LDL yang aman adalah di bawah 100 mg/dl.

Dengan mengatur jenis makanan yang dikonsumsi bisa menurunkan kolesterol dan meningkatkan lemak melalui aliran darah.

Menambah makanan yang menurunkan LDL akan membawa kolesterol berbahaya yang berkontribusi pada aterosklerosis.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved