Kerusuhan di AS
'Aku Tidak Bisa Bernapas, Bunuh Polisi' Teriak Pemrotes Kematian George Floyd
"Aku tidak bisa bernapas" merupakan ucapan terakhir sebelum Floyd terkulai menjelang ajal di bawah tindihan dengkul seorang polisi
Penulis: |
Wartakotalive, Jakarta - Para pemrotes kematian George Flyod juga menyasar kantor kepresidenan AS Gedung Putih di Washington, Jumat malam waktu setempat.
Pada saat demo berlangsung Presiden Donald Trump masih berada di dalam gedung tersebut.
Para pemrotes berusaha mendekat ke pagar Gedung Putih, tetapi selalu berhasil dihalau oleh personel Secret Service, semacam Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) di Indonesia.
Teriakan "Aku tidak bisa bernapas", "Keadilan untuk kulit hitam", "Bunuh polisi", menggema di sekitar Gedung Putih, dan dalam setiap aksi protes di berbagai kota di sebagian negara bagian AS.
"Aku tidak bisa bernapas" merupakan ucapan terakhir sebelum Floyd terkulai menjelang ajal di bawah tindihan dengkul seorang polisi Minneapolis.
Sejumlah kota yang dilanda aksi protes cukup besar antara lain Atlanta, Denver, Detroit, Houston, Los Angeles dan Louisville.
Di Kota Atlanta pemrotes menyasar kantor pusat penyiaran CNN.

Para pemrotes meneriakkan kata-kata tersebut, dan mencorat-coret kantor tersebut, yang dinilai memihak polisi dalam pemberitaannya.
Di Houston, Texas, menurut laporan AP yang dikutip Aljazeera, ribuan orang melakukan aksi damai di depan balai kota.
Di kota inilah Floyd dibesarkan sebelum pindah ke Minneapolis.
Salah seorang pendemo berkulit hitam, Jimmy Ohaz (19) mengungkap motif ikut demo.
Ia bilang begini,"Berapa banyak lagi nyawa orang kulit hitam, berapa banyak lagi? Aku hanya ingin kelak semua orang hidup harmonis, dan kami tidak ditindas".