Selasa, 21 April 2026

Berita Video

VIDEO: Polisi Fokus Dua Sektor Pengamanan New Normal

Dari hasil rapat kata Yusri ada dua sektor utama yang akan diawasi ketat pihaknya yakni sektor ekonomi dan sektor moda transportasi.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat pembahasan internal bersama TNI dalam menghadapi pelaksanaan new normal atau normal baru yang akan ditetapkan di wilayah hukum Polda Metrro Jaya.

Dari hasil rapat kata Yusri ada dua sektor utama yang akan diawasi ketat pihaknya yakni sektor ekonomi dan sektor moda transportasi.

"Dari rapat itu ditetapkan bahwa akan kami bangun pos bersama di setiap titik pengawasan. Selain itu di 11 Polres, Kodim dan wilayah yang akan kita awasi dan amankan di bawah Polda Metro Jaya akan ada pos bersama antara Polri dan TNI," kata dia.

Untuk pola pengamanan kata Yusri pihaknya bersama TNI akan memeriksa dan mengawasi warga akan mentaati protokol kesehatan yang ada.

"Pola pengamanannya, bahwa warga yang ada di setiap titik yang diawasi, akan diperiksa thermo gun sebelum masuk. Lalu mesti pakai masker dan cuci tangan atau pakai hand sanitizer yang disediakan, ssrta kami memastikan physical distancing saat dalam area," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/5/2020).

Dari sana kata Yusri, pihaknya akan melakukan peneguran secara humanis dan persuasif serta edukatif kepada masyarakat yang dinilai melanggar dan tidak mengedepankan protokol kesehatan.

"Kita berikan pemahaman bahwa saat ini harus ada perubahan perilaku pola hidup di dalam setiap aktivitas masyarakat di manapun selama pandemic covid-19 ini.
Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Yusri.

Jika ada masyarakat yang tetap membandel kata dia pihaknya bisa menerapkan Undang-undang Karantina Kesehatan dengan sanksi ancaman 1 tahun penjara dan denda Rp 100 Juta. "Tapi itu adalah jalan terakhir. Kita lebih kedepankan upaya Humanis, persuasif dan edukatif agar masyarakat mau menjalani pola hidup baru sesuai protokol kesehatan, dalam new normal ini," kata Yusri.

Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik di Jakarta yang akan diawasi saat penerapan new normal atau normal baru dilaksanakan di Jakarta.

"Bersama beberapa pihak kami tengah merancang dimana saja atau lokasi-lokasi mana yang akan dijadikan titik pengawasan saat new normal diberlakukan," kata Yusri saat dikonfirmasi Jumat (29/5/2020).

Selain itu katanya pihaknya juga menghitung jumlah personel yang dibutuhkan bersama TNI.

"Karena memang yang dikedepankan adalah TNI-Polri untuk mengawasi kegiatan tersebut,” katanya.

Menurut Yusri, titik atau lokasi pengawasan yang dijaga diutamakan adalah sektor ekonomi dan sektor transportasi.

"Ada dua sektor yang akan dijadikan pengawasan utama kita. Pertama sektor ekonomi, seperti pasar tradisional dan pasar modern. Lalu sektor transportasi seperti stasiun, terminal dan lainnya," kata Yusri.

Di luar itu kata dia, beberapa sektor lainnya juga turut menjadi perhatian aparat keamanan dan juga akan diawasi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved