Selasa, 14 April 2026

Virus Corona

Wagub DKI Jelaskan Cara Berdampingan dengan Virus Corona

Indonesia sedang menuju New Normal di masa pandemi covid-19. Wagub DKI pun menjelaskan cara berdampingan dengan virus corona.

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada Redaksi Warta Kota saat video conference melalui aplikasi Zoom pada Rabu (27/5/2020) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meskipun saat ini angkat kematian covid-19 mengalami penurunan namun angkat kematian dengan penanganan covid-19 masih berada di angka 20 jenazah perharinya.

Data itu sesuai dengan yang dipaparkan dalam website https://corona.jakarta.go.id/id/data-pemantauan. Contohnya pada tanggal 24 Mei 2020 yaitu ada 20 laporan, di tanggal 25 Mei 220 ada 22 dan tanggal 26 Mei 2020 ada 27 laporan.

Menginggat kondisi ini, Wartakotalive.com berkesempatan melakukan wawancara ekslusif bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Rizal Patria, apakah dengan kondisi ini bisa memberikan kontraproduktif atas rencana kenormalan baru.

"Ya memang ini pilihan yang tidak mudah apakah mengutamakan kesehatan atau ekonomi, pilihannya tak ada lain harus mencari jalan tengah. Jangan sampai kita terpapar dan jangan sampai kita terkapar, kira kira begitu," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Rizal Patria, Rabu (27/5/2020).

Tohpati Buat Donasi untuk Peduli dengan Seniman Tradisi di Masa Pandemi Covid-19

Menurut orang nomor dua di DKI Jakarta itu, seperti yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dalam situasi seperti ini jangan sampai masyarakat diam dan terpapar covid-19 atau diam dan terkapar atas kondisi ini.

"Ada juga istilah lain the hungry man become angry man. Kalo orang lapar bisa marah, nah pilihan ini tidak mudah memang. Sehingga yang kita utamakan tentunya yang tidak punya pilihan lain adalah keberlangsungan hidup keluarga, kesehatan keluarga," katanya.

Tapi, dilain sisi Rizal juga berkeinginan ekonomi juga tidak lantas berhenti, terlebih selama PSBB diberlakukan banyak ekomoni yang mengalami penurunan. Bahkan menurut Rizal dari 87 APBD turun menjadi 47.

"Jadi setengah hilang, tidak ada belanja modal, tidak ada pembangunan di Jakarta. Semuanya belanja yang ada untuk bayar pegawai, belanja bansos, serta bantuan covid-19 yang nilainya 53 triliun," katanya.

Sehingga dengan situasi yang cukup sulit ini, pilihan lain yang harus diterapkan yaitu dengan cara berdampingan. Apalagi saat ini vaksi covid-19 belum ditemukan.

Waduh, Definisi New Normal Jokowi Berbeda dengan Profesor Hermanto J Siregar

"Ya pilihan lain apa ya pilihannya berdampingan. Karena sampai hari ini vaksinya belum ditemukan. Mau sampaikan kita memberlakuan PSBB. Nah kita harus bijak menyikapi ini, pilihanya tak lain kedepan kita harus siap berdampingan dengan virus," ungkapnya

Rizal menyampaikan jika di dunia ini, sejatinya manusia sudah berdampingan dengan virus sebelum adanya virus corona. Sehingga dengan begitu yang perlu ditingkatkan hanyalah menjaga kesehatan dan pola hidup bersih sehari-hari.

"Ketika kita bersin hari hari saja itu ada virus, cuma karena ketahanan tubuh kita dan imunitas tubuh kita sehingga kita bisa melawan virus. Jadi yang harus kita hadapi virus ini sekarang ya, bukan melawan virus tapi hidup berdampingan dengan cara meningkatan kebersihan," ucapnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved