Virus Corona Jabodetabek

Usaha Keripik Bawang Tak Terpengaruh Dampak Covid-19, Ternyata Ini Alasannya

Julie mengaku usaha miliknya justeru berjalan lancar tanpa terdampak wabah Covid-19, yang semakin merebak luas di masyarakat, bahkan omzetnya melesat

Warta Kota/Nur Ichsan
Pekerja sedang membuat peganan ringan Keripik Bawang, yang dikelola oleh Julie di kawasan Kemanggisan Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH -  Penyebaran wabah Covid-19 telah menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian masyarakat, berbagai industri banyak yang mengalami kelesuan bahkan diantaranya ada yang tutup karena tak sanggup lagi untuk beroperasi.

Tapi tahukah Anda, ternyata tak semua usaha bernasib seperti di atas, salah satunya usaha produksi peganan ringan Keripik Bawang, yang dikelola oleh Julie di kawasan Kemanggisan Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat..

Julie mengaku usaha miliknya justeru berjalan lancar tanpa terdampak wabah Covid-19, yang semakin merebak luas di masyarakat, bahkan omzetnya bisa melonjak hingga seratus persen.

Pekerja sedang membuat peganan ringan Keripik Bawang, yang dikelola oleh Julie di kawasan Kemanggisan Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
Pekerja sedang membuat peganan ringan Keripik Bawang, yang dikelola oleh Julie di kawasan Kemanggisan Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Saat disambangi Wartakota Julie terlihat sedang sibuk melayani pembeli sekaligus mengontrol para pekerjanya memproduksi Keripik Bawang Gaya Baru Cap Bunga.

“Saya tak menyangka, bahkan sempat kaget karena omzet Keripik Bawang saya bisa naik hingga seratus persen justeru di tengah pandemic Covid-19, di mana banyak usaha banyak yang lesu bahkan tutup,” kata Julie, saat dijumpai pekan lalu.

Menurut Julie, kenaikan omzetnya ini diduga karena selain rasa dan kualitas Keripik Bawangnya selalu di pertahankan dengan harga yang terjangkau, juga karena Keripik Bawang ini bisa dimakan untuk menemani nasi sebagai pengganti lauk pauk juga sebagai makanan cemilan iseng untuk menghilangkan kejenuhan saat warga banyak yang berdiam diri di rumah, terlebih mendekati lebaran seperti sekarang ini.

Pekerja sedang membuat peganan ringan Keripik Bawang, yang dikelola oleh Julie di kawasan Kemanggisan Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
Pekerja sedang membuat peganan ringan Keripik Bawang, yang dikelola oleh Julie di kawasan Kemanggisan Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Juie mengaku kewalahan dalam memenuhi pesanan konsumen, terlebih mendekati hari lebaran yang tinggal menghitung hari ini, para pembeli kebanyakan datang sendiri ke toko yang merangkap tempat produksi ini.

Bahkan ada yang rela menunggu hingga Keripik Bawang matang dan dikemas untuk dibawa pulang.

Bahkan adapula diantaranya yang sampai rela menaruh uang muka demi mendapatkan Keripik Bawang semacam dengan pangsit goreng yang punya rasa gurih dan renyah di mulut.

Nekat Mudik Ilegal, Para Pemudik Rela Keluarkan Ongkos 4 Kali Lipat dari Harga Normal

Sebanyak 10 pekerja dikerahkan oleh Julie untuk memproduksi Keripik Bawang yang terbuat dari kombinasi tepung terigu, daun seledri, daun bawang, garam dan gula ini, yang dalam sehari mampu memproduksi 8 bal Keripik Bawang, (1 bal=25 kilogram).

Halaman
1234
Penulis: Nur Ichsan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved