Musdalifah Tetap Ingin Menyajikan Kue Saat Lebaran
Meski ramai, baik pembeli dan penjual tetap melakukan protokol pencegahan Covid-19.Mereka semua mengenakan masker dan berupaya menjaga jarak aman.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM - Meski masih banyak toko kue kering yang tutup lantaran diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun masyarakat tetap menyerbu beberapa toko yang tetap buka di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.
Pantauan di lokasi, cukup banyak toko kue kering yang menutup operasionalnya. Hanya segelintir toko saja yang buka sehingga masyarakat berkumpul untuk membeli kue kering H-3 jelang Lebaran. “Kan mau Lebaran. Jadi memang sengaja mau beli kue-kue buat di rumah,” ucap seorang pembeli bernama Musdalifah (53) di lokasi.
• BST Tahap I Tersalurkan 60 Persen, Mensos Tegaskan Distribusi Bansos Tak Menunggu Semuanya Sempurna
• Warga Depok Dilarang Ziarah Kubur di Momen Idul Fitri 1441 H, TPU Hanya Dibuka untuk Pemakaman
• Pemuda Pancasila Bentrok dengan Pendekar PSHT di Bekasi, Sepeda Motor dan Sejumlah Bangunan Rusak
Meski Musdalifah menyadari imbauan pemerintah untuk tidak mengunjungi sanak keluarga saat Lebaran nanti, namun ia merasa harus tetap menyiapkan kue Lebaran. “Kayak ada yang kurang gitu kalau Lebaran nggak ada kue-kue. Memang kan nggak masih nggak boleh pergi-pergi, tapi barangkali nanti ada yang datang ke rumah, makanya saya siapkan kue,” ujarnya.
Pembeli lain bernama Fariza menyatakan meski Covid-19 masih mewabah, ia merasa harus menyediakan sajian untuk Lebaran sebagai pelengkap. “Ya .. nggak apa-apa kalau misalnya nggak ada yang datang, karena kan masih pandemi. Ya .. yang penting saya siap-siap kue saja,” kata Fariza.
Meski ramai, baik pembeli dan penjual tetap melakukan protokol pencegahan Covid-19. Mereka semua terlihat mengenakan masker dan berupaya menjaga jarak aman.
Harga naik
Nanah (61) seorang penjual kue kering di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan terjadi lonjakan harga kue kering jelang hari raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari. “Memang naik harganya, tapi nggak signifikan,” ucap Nanah di lokasi, Kamis (21/5/2020).
• VIDEO: Warga Pondok Betung Tangsel Habiskan Waktu Luang Saat PSBB dengan Bermain Catur Raksasa
• Terungkap, Sepak Bola Eropa Dihentikan, Buruh Cantik di Tangerang Kena Imbasnya Jadi Korban PHK
• Terungkap, Sepak Bola Eropa Dihentikan, Buruh Cantik di Tangerang Kena Imbasnya Jadi Korban PHK
Lonjakan harga terjadi dikarenakan banyaknya pabrik bahan baku dan kue kering yang menutup operasionalnya saat pandemi Covid-19. Hal itu pun berdampak naiknya harga-harga kue kering yang sering diburu warga saat lebaran, seperti nastar, putri salju, kuping gajah dan kue lainnya.
“Kami ambil memang di pabrik itu pada tutup. Kalau ada yang buka pun mereka kesulitan cari bahannya, karena itu ada kenaikan harga,” katanya. Satu kilogram kue nastar yang biasanya dijual pada kisaran harga Rp 150.000 naik menjadi Rp 155.000 - Rp 160.000. Atau hanya naik Rp 5.000 - Rp 10.000.
Terkait jumlah pembeli, Nanah menjelaskan terjadi kenaikan sebanyak 70 persen sejak H-7 Lebaran. “Pembeli alhamdulillah masih ada walaupun secara keseluruhan, jumlahnya turun.’ tutur Nanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pedagang-kue-kering-di-pasar-mester.jpg)