Bandar Narkoba

Dua Oknum Polisi Jadi Bandar Narkoba Dituntut Hukuman Mati

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok sukses menuntut tiga bandar narkoba dengan tuntutan mati.

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Konpers pengungkapan bandar heroin asal pakistan yang ditembak mati petugas di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/12/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -  Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok sukses menuntut tiga bandar narkoba dengan tuntutan mati.

 Tuntutan tersebut kemudian direstui oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok yang memvonis ketiganya dengan pidana hukuman mati.

 "Ya total bulan ini sudah 3 orang yang dituntut mati  yang terdiri dari 2 oknum anggota Polri dan 1 warga Sipil," ujar Kasi Inter Kejari Kota Depok Herlangga saat dihubungi Warta Kota, Jumat (15/5/2020).

 Para terdakwa yakni Aipda Hartono Bin Tugimin dan Aiptu Faisal Bin Usman yang keduanya merupakan anggota Polri aktif dari Korbrimob Polda Metro Jaya.

 "Berdasarkan kartu anggota, Aiptu Faisal bertugas di Panit Intelijen Korbrimob Polri, sedangkan Aipda Hartono bertugas sebagai anggota Brimob Polda Metro Jaya," katanya.

 Sedangkan seorang terdakwa lainnya bernama Muhammad Mahmuji yang merupakan warga biasa yang berasal dari Aceh.

 "Muhammad Mahmuji inilah yang menyuplai narkoba jenis Sabu kepada kedua anggota polisi tersebut," tuturnya.

Tampilkan Dirut Bank Jateng, Panggung Kahanan di Rumah Dinas Gubernur Kumpulkan Donasi Ratusan Juta

Pergoki sedang Selingkuh, Seorang Polisi Tembak Istri dan Oknum TNI

Tidak Dapat THR, Karyawan yang Bekerja di Kota Depok bisa Datangi Posko Aduan di Kantor Disnaker

Ibu ini Nekat Tebas 4 Jarinya hingga Putus, Demi Rekayasa jadi Korban Begal, ini Alasannya

 

Herlangga mengatakan, kedua terdakwa polisi itu ditangkap Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.15 WIB di Jalan GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (19/9/2019).

 Keduanya tertangkap setelah menyerahkan sabu kepqda Yudi Aprianto dan Muslim yang terhadap keduanya dilakukan pemberkasan perkara terpisah.

 “Awal kejadian itu, Hartono menghubungi Faisal bahwa dirinya disuruh seseorang ke Rawamangun, Jakarta Timur, untuk mengambil mobil Toyota HIACE warna silver dengan plat nomor DK 9210 FC. Sesudah itu, mobil tersebut dibawa Hartono ke rumah Faisal yang terletak di Perumahan Sentul Blok W Cibinong, Bogor,” paparnya.

Halaman
123
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved