Kesehatan

Jangan Sedih Bila Putus Cinta karena Berjauhan Imbas Virus Corona, Psikolog: Seharusnya Bersyukur

Jangan Sedih Bila Putus Cinta karena Berjauhan Imbas Virus Corona, Psikolog : Seharusnya Bersyukur

Medical News Today
Ilustrasi putus cinta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah pasangan kekasih akhirnya harus berpisah setelah sekian waktu lamanya menjalani hubungan jarak jauh akibat pandemi Covid-19.

Mereka tidak bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama seperti biasanya, karena adanya imbauan untuk saling menjaga keselamatan diri dan keluarga dari virus corona, dengan cara tetap tinggal di dalam rumah.

Hubungan jarak jauh ini tentu berbeda dengan hubungan Long Distance Relationship (LDR) laiinnya yang sudah terrencana dan disepakati kedua belah pihak.

Krisis kesehatan ini memaksa para pasangan, khususnya yang belum menikah harus terpisah jarak dan berhubungan hanya lewat ponsel saja.

Maka dari itu, banyak pasangan yang ternyata gagal mempertahankan hubungan dan memilih untuk berpisah.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Bersyukur jika putus cinta saat corona

Dikutip dari Kompas.com, Psikolog Seksual Zoya Amirin menyebut pasangan yang hubungannya berakhir di tengah belenggu pandemi ini semestinya bersyukur, dan tidak perlu menyalahkan pasangan ataupun diri sendiri.

Putus hubungan ini, beberapa hal yang menjadi alasannya adalah jenuh atau bosan dan lama tidak bisa bertemu secara langsung.

Jika itu benar terjadi pada hubungan Anda, maka itu sudah menjadi pertanda yang jelas bahwa pasangan Anda itu bukanlah orang yang tepat untuk diajak menua bersama.

Halaman
123
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved