Otomotif
Produsen Ban Hankook Tire Kawal Pengusaha Hindari ODOL, Ini Strateginya
Kemenhub RI akan menetapkan aturan 'Zero ODOL' bagi kendaraan niaga efektif pada 2023. Hankook Tier pun berkomitmen mengawal kebijakan tersebut.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Strategi pemilihan produk ban yang tepat dan perawatan ban secara berkala menjadi langkah guna efisiensi biaya operasional pengusaha dibanding 'menciptakan' truk atau angkutan niaga ODOL.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), populasi kendaraan niaga seperti truk dan kontainer yang beroperasi dengan kondisi ODOL (Over Dimension Over Load) diperkirakan meningkat di jalan.
Akibat situasi tersebut, Kementerian Perhubungan akan menetapkan aturan 'Zero ODOL' bagi kendaraan niaga secara efektif di tahun 2023.
Sebagai produsen ban yang melayani segmen fleet customer atau pelanggan pengusaha angkutan niaga, Hankook Tire memahami faktor cost efficiency adalah salah satu alasan di balik masih banyaknya pengusaha yang memaksimalkan kemampuan kendaraannya dalam mengangkut beban.
• Hankook Tire Kembangkan Teknologi Sistem Inspeksi Otomatis, Para Ahli Fokus Keselamatan Pengemudi
• Produksi 31.000 Ban per Hari, Penjualan Hankook Tire Indonesia Masih Didominasi Pasar Luar Negeri
• Ban Truk dan Bus Menjadi Line Up Hankook Tire Tahun 2019
Langkah tersebut merupakan upaya penghematan ongkos operasional kegiatan usaha.
Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin mengungkapkan, ban adalah komponen sparepart yang vital vital dan berpengaruh terhadap keselamatan pengendara.
Untuk itu secara urgensi, tujuan regulasi ini sudah sejalan dengan prioritas Hankook Tire dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan pengendara dan pengguna jalan.
“Namun di sisi lain, kami juga terus menggali peranan strategis apa yang bisa kami lakukan demi mengawal kepentingan para konsumen kami khususnya dalam hal menekan biaya operasional di aspek transportasi,” sebut Yoonsoo dalam keterangan resminya yang diterima Wartakotalive.com, Senin (11/5/2020).
• GIICOMVEC 2020, Mitsubishi Rilis Fuso Fighter Anyar, Pamer Truk Listrik eCanter, Ini Spesifikasinya
• Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Kendaraan Niaga 2019 di Tanah Air, Tak Lepas dari Dukungan Fuso Fighter
Pemilihan dan perawatan ban
Demi menekan biaya operasional di aspek transportasi tersebut, National Manager TBR (Truck & Bus Radial) Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni menyebutkan, langkah pertama adalah strategi pemilihan produk ban yang tepat, dan langkah kedua adalah strategi perawatan ban secara berkala.
“Pertama, pelanggan perlu memahami perbedaan karakteristik jenis ban bias dan ban radial. Kedua jenis ban ini memiliki konstruksi yang berbeda,” ujar Ahmad Juweni.
Ahmad menjelaskan, Ban bias mempunyai bagian antara telapak ban dan casing, yang disebut dengan breaker dan terbuat dari lapisan nylon.
• Meskipun Tetap di Rumah, Costumer Masih Bisa Service Truk Isuzu
• Ekspor Perdana Isuzu Traga 120 Unit ke Filipina, Isuzu Indonesia Targetkan 6.000 Unit per Tahun
Sedangkan pada ban radial, bagian ini disebut sebagai belt dan terbuat dari lapisan kawat baja, biasanya terdiri hingga empat lapis.
“Untuk bagian casing pada ban bias terbuat dari nylon yang disusun secara diagonal, sedangkan casing pada ban radial terbuat dari kawat baja yang disusun secara radial. Karena perbedaan konstruksi tersebut, masing-masing ban mempunyai kelebihan dan kekurangannya,” ungkapnya.
Keunggulan ban radial
Adapun ban radial memiliki sejumlah keunggulan, pertama, pembangkitan panas yang rendah karena lapisannya yang lebih sedikit daripada ban bias.
Kedua, usia pakai ban radial umumnya lebih panjang daripada ban bias, yang biasanya dapat mencapai 1,5-2 kali lebih awet dari ban bias.
Ban radial juga mempunyai ketahanan yang baik terhadap benda tajam pada bagian telapak ban karena memiliki lapisan belt yang terbuat dari kawat baja.
Selain itu, kualitas yang paling diperhitungkan adalah tingkat kenyamanan yang baik di jalan halus atau aspalt dikarenakan casing terbuat dari kawat baja dengan jumlah lapisan tidak sebanyak pada bias yang terbuat dari nylon.
Ban radial juga mempunyai daya cengkram yang handal di segala kondisi jalan karena belt terbuat dari kawat baja, maka telapak ban radial dapat mencengkram lebih rata dengan permukaan jalan.
Jenis ban
Menurut Ahmad, setelah memahami karakteristik ban radial, selanjutnya pelanggan juga perlu mengenal dua jenis ban radial yaitu tubetype dan tubeless.
Tipe tubetype memerlukan ban dalam dan flap sebagaimana pada ban bias.
“Untuk pengguna ban bias yang ingin beralih menggunakan ban radial tubetype, pengguna tidak perlu mengganti peleknya selama sesuai dengan standar ukuran ban,” kata Ahmad.
Sedangkan ban radial tubeless, lanjut Ahmad, tidak memerlukan ban dalam dan flap, sehingga ban menjadi lebih ringan yang mengarah pada konsumsi bahan bakar yang lebih rendah.
“Lain halnya jika pengguna ban bias ingin beralih menggunakan ban radial tubeless, ia perlu mengganti peleknya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, ban radial dapat membantu pengusaha angkutan menghemat biaya pemakaian ban karena umur pakai ban yang panjang, sehingga biaya atau rupiah per kilometer lebih rendah.
Spesifikasi ban
Pelanggan juga perlu memahami spesifikasi ban, seperti ukuran ban, ply rating, indeks beban (load index), simbol kecepatan, dan tekanan angin.
Kemampuan daya angkut ban akan sangat berpengaruh dengan kecepatan dan tekanan angin.
Ahmad mengungkapkan, saat ini 100 persen varian ban untuk truk dan bus yang diproduksi oleh Hankook Tire menggunakan ban radial.
Ban radial nyatanya memiliki tingkat kenyamanan, keamanan, serta efisiensi pemakaian yang lebih baik dari ban bias.
“Harga jualnya memang lebih mahal, karena material ban yang terbuat dari lapisan serat baja membuat ban radial lebih tahan guncangan dan tidak akan cepat aus saat digunakan,” kata Ahmad.
Dengan kualitas tersebut, lanjutnya, membuat umur pakai ban radial lebih panjang.
Sehingga, biaya atau rupiah per kilometer ban radial lebih rendah dan akan berkontribusi pada penurunan biaya pemakaian ban.
Dengan demikian, pengusaha angkutan dapat menghemat biaya dari pilihan ini.
Hankook Tire Indonesia menyediakan berbagai jenis ban truk dan bus untuk berbagai aplikasi berkendara dari segi jarak (pendek, menengah, jauh) dan segi tipe jalur (on-road dan off-road).
Produk tersebut antara lain AH31K (Bus & Tubeless), AH30 (Cargo), AM09 (Light Truck), AM81 (on-off road), DM81 & DM07 (Mining), dan DM80D (Dump).
Perawatan berkala
Ahmad Juweni juga mengingatkan pentingnya melakukan perawatan ban secara berkala.
Untuk itu, Hankook Tire menyediakan layanan purna jual (after-sales service) di seluruh jaringan distributor resmi Hankook.
Jenis layanan purna jual yang ditawarkan antara lain adalah tire maintenance audit, analisa penggunaan dan perawatan ban, rekomendasi penggunaan dan perawatan ban yang baik dan benar, pelatihan mengenai pemakaian dan perawatan ban.
Salah satu tindak lanjut penting dari penggunaan ban jangka panjang ialah rotasi ban.
Dengan memindahkan posisi ban secara bergilir, masing-masing ban dapat mendapatkan tekanan yang lebih seimbang serta aus yang lebih rata. Hal ini dapat meminimalisir kerusakan dan risiko berbahaya lainnya.
Selain itu, sisa tinggi telapak ban juga perlu diperhatikan karena berperan penting terhadap daya cengkram ban di jalan, mencegah terjadinya slip ketika melakukan pengereman di jalanan basah, serta memastikan kendaraan tetap bisa terkendali.
Pemeliharaan dan pengecekan ban secara rutin merupakan langkah preventif guna menghindari risiko dan kerugian yang dapat terjadi dari ban yang rusak, sehingga akan berdampak juga ke ongkos pemeliharaan yang lebih ekonomis.
“Selain itu juga mencegah ongkos yang melonjak jika harus tiba-tiba mengganti ban baru,” kata Ahmad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hankook-tire-am81.jpg)