Breaking News:

Kabar Duka

Tahun 2019-2020 Jadi Tahun Terberat Ustaz Abdul Somad, Kehilangan Tiga Orang yang Dicintainya

Tahun 2019-2020 Jadi Tahun Terberat Ustaz Abdul Somad, Kehilangan Tiga Orang yang Dicintainya

(Kolase Tribun Jabar)
Ustaz Abdul Somad ceraikan sang istri, Mellya Juniarti 

'Aku tidak perlu menjelaskan tentang diriku karena musuhku tidak percaya, dan sahabat-sahabatku tidak memerlukan itu' ungkapan Sayyidina Ali Karomallahu Wajha.

"Bahwa hidup bukanlah siapa yang terbaik, tetapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita lakukan apapun cobaan yang akan menimpa harus kita hadapi dengan sikap positif. Semogga dapat dimaklumi," jelas di akhir tayangan.

Kehilangan Guru

Sabtu, 9 Mei 2020 merupakan hari yang menyedihkan bagi Ustaz Abdul Somad (UAS).

Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali dikabarkan meninggal dunia.

Dirinya kehilangan guru sekaligus orangtua, ketika dirinya menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Islam Oumdurman Sudan.

Kabar duka tersebut disampaikan Ustaz Abdul Somad lewat akun instagramnya @ustadzabdulsomad_official; pada Minggu (10/5/2020).

Dalam postingannya, Ustaz Abdul Somad meceritakan sosok Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali yang merupakan Guru Besar Hadits Universitas Islam Oumdurman Sudan.

Diungkapkannya, dirinya yang semula tidak tertarik dengan sosok Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali ketika pertama bertemu itu akhirnya jatuh hati.

Sebab, letika pertama kali bertemu, dirinya sudah dicecar sejumlah pertanyaan.

Bahkan Ustaz Abdul Somad mengaku sangat bodoh dihadapan Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali.  

"Kesan pertama, tidak menggoda. Syaikh Omar nanya macam-macam. Belum apa-apa, udah seperti sidang aja," ungkap Ustadz Abdul Somad.

"Terasa betul bodoh saya di hadapan Syaikh Omar. Apalagi pas dikasi oleh-oleh dari Indonesia, dia jawab ketus, 'Kami tidak menerima hadiah sebelum sidang!'," tambahnya.

Ustadz Abdul Somad pun mengingat momen ketika dirinya menyelesaikan revisi dari tesis yang disusunnya.

Ketika itu, Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali menuliskan banyak catatan atas kesalahan dalam tesisnya.

"Pulang ke rumah, terasa mual, karena coretannya banyak sekali. Mata Syaikh Omar sangat tajam, titik pun dia permasalahkan," Ustaz Abdul Somad.

Namun kisah menegangkan dan campur aduknya perasaan itu kini telah berlalu.

Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali yang semula sangat tegas ketika mengujinya itu kini berubah menjadi sahabat.

Ustaz Abdul Somad mengaku diajak ke rumah dan diperkenalkan dengan keluarga Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali.

Tidak hanya itu, Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali bahkan memotong seekor kambing ketika menyambutnya.

"Setelah semuanya berlalu. Syaikh Omar membawa saya ke kampungnya. Ia perkenalkan ke keluarganya. Ia potongkan kambing. Ia suapkan ke mulut saya," ungkap Ustaz Abdul Somad.

"Ia bawa ziarah ke makam buyutnya di bukit Syaikh Thayyib, murid Syaikh Muhammad Samman al-Madani. Dia bawa saya berkeliling kota Khartoum dan Oumdurman. Menunjukkan tempat-tempat para wali Allah dan tempat bersejarah," tambahnya.

Namun dari sekian banyak momen berharga yang dihabiskan bersama gurunya tersebut, Ustaz Abdul Somad mengingat betul satu kalimat yang disampaikan Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali. 

Kalimat tersebut mengenai apa yang diperbuat oleh Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali selama hidup.

Kenyataan yang kini membuat hati Ustaz Abdul Somad bergetar.

"Di antara ucapannya, 'Mungkin engkau bertanya dalam hati. Mengapa kita selalu jumpa di masjid. Mengapa aku tak pernah membawamu ke rumahku di Oumdurman? Aku tak punya rumah Nak. Aku menyewa rumah kecil sederhana. Lebih tiga puluh tahun aku jadi da'i Rabithah Alam Islamy yang digaji dari Makkah disamping gajiku sebagai guru besar. Semuanya kupakai untuk membangun masjid dan sekolah tahfizh'," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Akan tetapi lanjutnya, waktu memisahkan mereka.

Ustaz Abdul Somad akhirnya kembali ke Indonesia.

Walau begitu dirinya komunikasinya dengan sang guru tidak putus begitu saja.

"Waktu mesti memisahkan kami. Aku pun pulang ke tanah air. Syaikh Omar selalu membalas pesan-pesan yang ku kirim melalui whatsapp," ungkap Ustaz Abdul Somad.

"Salah satu pesannya, 'Terima kasih atas cenderamata yang engkau titipkan ananda Abdul Somad. Adapun uang yang engkau selipkan, sudah habis ku bagi-bagikan kepada faqir miskin'," tambahnya.

Hari berganti minggu, beberapa jumat diungkapkannya tidak ada kabar berita dari sang guru.

Pesan terakhir yang diucapkan Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali diungkapkan Ustaz Abdul Somad adalah ucapan selamat Ramadan.

"Lalu Mu'ayyad putera Syaikh Omar calon dokter itu berkirim pesan, 'Tolong doakan Syaikh Omar, sedang sakit'. Ku kirim potoku dan Hadziq. Kata Mu'ayyad, 'Syaikh Omar tersenyum melihat poto kalian'," cerita Ustaz Abdul Somad.

"Dua hari lalu Mu'ayyad kirim pesan, kondisi Syaikh kritis. Ku kirimkan bacaan doa. Ku minta Mu'ayyad mendengarkan suaraku ke telinga Syaikh Omar. Doa yang pernah ia ajarkan. Paling tidak ia tau, bahwa aku mengamalkan ilmunya," tambahnya.

Namun sayang, kabar buruk datang tepat tengah malam.

Prof Dr Syaikh Omar Al Maruf Ali dikabarkan sudah meninggal dunia.

"Akhirnya, tengah malam tadi, Mu'ayyad berkirim voice singkat, 'Syaikh Omar sudah mendahului Kita'," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Mengakhiri postingannya, Ustaz Abdul Somad menuliskan doa terbaiknya untuk sang guru.

Ustaz Abdul Somad berharap agar dirinya dapat menapaki jalan kehidupan yang pernah diajarkan oleh Prof. Dr. Syaikh Omar al-Ma'ruf Ali. 

"Selamat jalan Syaikhna. Engkau sudah lepas dari penjara dunia," ungkap Ustaz Abdul Somad.

"Semoga kami bisa menapaki jalan keikhlasan yang pernah engkau ajarkan pada kami. Syaikh Omar Al-Ma'ruf Ali," tutupnya.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved