Virus Corona
Kemensos Utamakan Berikan Bantuan Sosial Kepada Kelompok Marjinal
Kementerian Sosial (Kemsos) RI berupaya menyisir sejumlah wilayah marjinal yang kumuh, miskin, dan padat penduduk di DKI Jakarta untuk memberi bansos
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Murtopo
WARTAKOTALIVE.COM, SENEN -- Kementerian Sosial (Kemsos) RI berupaya menyisir sejumlah wilayah marjinal yang kumuh, miskin, dan padat penduduk di DKI Jakarta untuk memberikan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 Presiden agar lebih merata.
Kelompok Marjinal dengan profesi seperti pemulung, pengamen, pengemis, gelandangan, lansia terlantar, dan kelompok disabilitas dengan kondisi ekonomi terbatas yang belum mendapatkan bansos akan menjadi prioritas untuk diberikan dalam bansos tahap kedua.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemsos Harry Hikmat saat memberikan bansos kepada sejumlah warga di Kampung Ondel-ondel di RW03, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
• Ruhut Sitompul Bela Sri Mulyani soal Bansos: Anies Jangankan Nyerang Balik, Ngeles Aja Nggak Sanggup
"Untuk komunitas pemulung, pengamen, pengemis, tuna wisma gelandangan, buruh cuci, tidak mudah bagi mereka untuk memastikan mendapatkan bantuan karena kebanyakan mereka mengkontrak," kata Harry Hikmat, Jumat (8/5).
Menurut dia, berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat dan aduan, ada kelompok masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Untuk itu pihaknya menilai perlu menyusuri kampung-kampung di slum area.
• Potong Dana Bansos Sopir hingga Rp 3 Juta, Pria ini Ngaku untuk Polisi
Selain itu, menurutnya pemerintah pusat berupaya memastikan agar bantuan pemerintah baik sembako dari Pemda, Bantuan Khusus Presiden betul-betul sampai pada warga yang membutuhkan.
"Tahap pertama bansos Presiden sudah mendekati angka 100 persen. Untuk bansos tahap kedua kemungkinan minggu depan sudah bisa dimulai," katanya.
• Bakal Ada 6 Tahap Pemberian Bansos di Jabodetabek, 4 Kali Paket Sembako, 2 Kali Berbentuk Beras
Dari data Kemsos per Kamis (7/5) pukul 20.00 WIB tercatat sudah ada 1.096 pengemis dan gelandangan yang terjaring di 6 GOR temporary shelter yang tersebar di DKI Jakarta.
Masih ada 256 orang menempati shelter tersebut. Bahkan ada sejumlah gelandang dan pengemis di Ciracas Jakarta Timur yang positif dari Rapid Test Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan dan isolasi. (JOS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menso-bagikan-bansos-presiden1.jpg)