Bulu tangkis

Gregoria Mariska Obati Rasa Rindu kepada Orangtua dengan Video Call

Satu setengah bulan dikarantina di Pelatnas Cipayung, Gregoria mulai merindukan berbagai aktivitasnya, salah satunya bertemu dengan keluarganya.

Badmintonindonesia.org
Gregoria Mariska Tunjung mencuri poin pertama dari tim Thailand dalam laga penyisihan grup Y Badminton Asia Team Championships 2020, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Grego Mariska Tunjung kini masih berada di pelatnas PBSI Cipayung untuk menjalani karantina tertutup.

Langkah tersebut dilakukan PB PBSI demi menjaga keselamatan para atlet baik dari segi kesehatan, asupan nutrisi, dan kebugaran fisik.

Apalagi Pelatnas PBSI dilengkapi dengan berbagai sarana serta prasarana yang bisa dimanfaatkan atlet. Karantina ini sudah berlangsung hampir dua bulan.

Satu setengah bulan telah berlalu, Gregoria mulai merindukan berbagai aktivitasnya, salah satunya bertemu dengan keluarganya.

Jalani Karantina Tertutup di Pelatnas Cipayung, Shesar: Kangen Menu Buka Puasa Ibu Saya

Untuk mengobati rasa rindunya itu, Gregoria pun kerapa video call-an dengan orangtuanya yang berada di Wonogiri.

“Sekarang jadi sering video call sama bapak dan ibu, durasinya bisa sampai sejam lebih, kalau dulu paling sebentar. Sekarang lagi makan, nonton film, semuanya sambil video call-an sama bapak dan ibu,” kata Gregoria dalam rilis yang diterima Tribunnews, Jumat (8/5/2020).

Pemain kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 tersebut juga mengaku merasa khawatir dengan kondisi orangtuanya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Atlet Pelatnas Cipayung Buat Kegiatan Sosial Untuk Meredakan Dampak Pandemi Virus Corona

Untuk itu Gregoria yang merupakan anak satu-satunya pun kerap memberikan perhatian dan perhatian kepada  orangtuanya.

“Ada rasa khawatir sama orangtua, mereka kan anaknya cuma satu, saya aja, nggak ada lagi yang jagain, apalagi mereka tinggal di daerah dan jauh dari saya. Jadi sekarang lebih sering komunikasi dan memantau kondisi mereka,” ujar Gregoria.

Pulang dari Inggris, Tim All England Menjalani Isolasi Mandiri di Pelatnas Cipayung Selama 14 Hari

Tak hanya itu, pandemi Covid-19 juga membuat moment spesial dirinya yang seharusnya bisa bersama kelugara juga batal terlaksana.

"Sebetulnya yang lalu-lalu juga nggak bisa ngerayain Paskah karena ada pertandingan. Kali ini nggak ada pertandingan, tapi tetap nggak bisa Paskah bareng keluarga. Kondisi begini bikin kangen sama orang-orang terdekat,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved