Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona

PAN Usulkan Pemerintah Berikan Subsidi Gaji dengan Syarat Perusahaan Tak PHK Karyawan

Zulkifli Hasan angkat bicara perihal banyaknya masyarakat yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19.

Tayang:
ISTIMEWA
PAN menggelar Rakernas I PAN yang disiarkan live melalui YouTube, Selasa (5/5/2020). 

"Harapannya, jutaan pengemudi ojek online, masyarakat kecil dan nasabah UMKM secara luas bisa segera mendapat manfaat dari kebijakan ini," paparnya.

Zulkifli Hasan juga mendorong pemerintah fokus berinvestasi dan memproduksi obat serta vaksin Covid-19.

"PAN mendorong pemerintah agar berinvestasi dalam penemuan dan produksi obat dan vaksin."

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia: Positif 11.587 Orang, 1.954 Sembuh, 864 Meninggal

"Kita tidak perlu meragukan kemampuan anak bangsa Indonesia di bidang iptek untuk menemukan vaksin pemusnah Covid-19," ujar Zulhas.

Zulhas awalnya menyinggung Perpu No 1 Tahun 2020 yang diturunkan dalam Perpres 54 tahun 2020.

Di mana, telah dialokasikan tambahan belanja kesehatan dalam rangka penanganan Covid 19 sebesar Rp 75 triliun, di samping anggaran untuk jaring pengaman sosial senilai Rp 110 triliun, dan dukungan industri serta pemulihan ekonomi senilai total Rp 220 triliun.

Dua Opsi Pengganti Libur Lebaran 2020, Digeser ke Idul Adha Atau Desember

Terkait anggaran kesehatan di atas, Zulhas mengatakan pihaknya mengimbau pemerintah agar penanggulangan penyebaran Covid-19 berfokus pada sejumlah hal.

Antara lain, kesiapan pelayanan dan fasilitas kesehatan, pencegahan penyakit, penguatan tenaga medis, serta yang sangat krusial, penemuan dan produksi obat dan vaksin.

Menurut Zulhas, masalah obat dan vaksin Covid-19 saat ini menjadi isu geopolitik yang sangat besar pengaruhnya.

Doni Monardo: Sebelum Ada Vaksin, Kita Belum Aman dari Covid-19

Beberapa negara seperti AS, Cina, dan Inggris sudah memberi sinyal, obat dan vaksin yang ditemukan akan diprioritaskan bagi warga negaranya.

Oleh karenanya, ia mendorong agar pemerintah memproduksi obat dan vaksin Covid-19 sendiri.

Karena, pemerintah wajib menyehatkan mereka yang sakit dan mencegah agar yang sehat tidak jatuh sakit.

Djoko Santoso Mantan Ketua BPN Prabowo-Sandi Pendarahan Otak, Menteri Pertahanan Pantau dan Doakan

"Termasuk para pahlawan medis kita yang berada di garda terdepan pemberantasan Covid-19."

"Agar tetap sehat dan semangat memperjuangkan misi kemanusiaan yang sangat penting ini."

"Jika Indonesia menunggu negara lain menemukan obat dan vaksin, kita harus menunggu bertahun-tahun sampai ada surplus obat dan vaksin."

"Ini membuat Indonesia lemah dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, politik dan hankam dibanding negara yang memiliki obat dan vaksin," bebernya. (Vincentius Jyestha)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved