Kolom Trias Kuncahyono
Surat dari Sahabat: Covid-19, Ranggawarsita dan Sang Penguasa
“Bung, apakah zaman seperti ini yang dahulu diramalkan oleh Ranggawarsita?” Lalu, ia mengutip bagian dari Serat Sabda Pranawa karya Ranggawarsita.
Baiklah Bung, rasanya surat ini harus saya akhiri sampai di sini—meskipun saya belum mendapat jawaban dari Covid-19, apa yang dia tuju--dengan mengutip apa yang ditulis KGPH Mangkunegara IV (1853-1881) dalam Serat Wedhatama:
Bathara gung, inguger graning jejantung/ Jenek Hyang Wisesa/ Sana pasanetan suci/ Nora kaya si mudha mudhar angkara/ yang kurang lebih berarti: Tuhan yang agung disemayamkan dalam pusat hati (jantung). Di situlah kekuasaan Hyang Mahakuasa, singgasana suci yang tersembunyi. Namun, tidak berlaku demikian bagi yang mengikuti nafsu angkara murka.
Jangan anggap saya putusasa kalau kembali ke Hyang Agung, Bung. Tidak, Bung! Saya hanya ingin mengingatkan, paling tidak antar-kita, seperti bunyi peribahasa ini: Homo proponit sed Deus disponit, Manusia merencanakan tetapi Tuhanlah yang menentukan.
Dengan memegang prinsip tersebut tidak berarti kita diam saja dalam menghadapi pandemi ini. Tidak! Justru sebaliknya. Kita harus terus berusaha untuk mengatasinya.
“Hidup itu punya makna kalau kita mampu melampaui diri, tidak hanya berhenti pada kesulitan, tidak hanya sekadar mengeluh. Nah, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini pun, kita harus membangkitkan suatu perjuangan untuk mengatasi, berjuang untuk mendapatkan sesuatu keluar dari penderitaan. Sebab, kalau kita diam saja, maka penderitaan itu akan tetap tinggal sebagai penderitaan," nasihat kawan saya yang tinggal di Yogya, Bung.
Terima kasih, Bung. Salam. ***
Sumber: Surat dari Sahabat: Covid-19, Ranggawarsita dan Sang Penguasa
https://triaskun.id/2020/05/02/surat-dari-sahabat/
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/virus-corona-covid-19-intisari.jpg)