Breaking News:

Virus Corona

Airlangga Hartarto Minta Biaya Sidang Anggota DPR Dialihkan untuk Beli Sembako dan APD

Airlangga Hartarto mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah cara kerja setiap instansi, tak terkecuali anggota DPR.

ISTIMEWA
Logo DPR RI 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah cara kerja setiap instansi, tak terkecuali anggota DPR.

Sebab, semenjak Covid-19 menyebar di Indonesia, anggota DPR menerapakan work from home (WFH).

Bahkan, pembahasan dalam sidang komisi DPR dilakukan secara virtual.

Dua Jambret Gagal Rebut Handphone Warga Johar Baru, Ujung-ujungnya Babak Belur Dihakim Massa

"Kami berharap ke depan pasca-pandemi Covid ini keadaan tidak menjadi sama, karena tentu kita sudah mengalami WFH."

"Bagaimana bersidang melalui virtual di DPR, jadi itu juga ada ada sebuah praktik baru," kata Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/5/2020).

Kebijakan WFH anggota DPR, kata Airlangga, bisa menjadi momentum untuk memotong anggaran biaya sidang.

Selfie Berlatar Makam Pasien Covid-19, Wali Kota Bekasi: Sayangi Diri Kita Sendiri

Tentunya, Ketua Umum Partai Golkar ini berharap biaya sidang yang selama ini didapatkan oleh anggota DPR, bisa dialokasikan untuk bantuan sosial.

Bantuan bisa melalui sembako kepada masyarakat terdampak pandemi, maupun alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas.

"Kegiatan (WFH) artinya biaya sidang jadi lebih murah untuk teman-teman DPR, sehingga bisa dipotong, diganti sembako," ucapnya.

Covid-19 Masuk Kepulauan Seribu, Pulau Sebaru Diusulkan Jadi Tempat Observasi dan Isolasi Pasien

Ketua Umum Partai Golkar itu juga berharap masyarakat mematuhi Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk meredam penularan Covid-19.

Ia juga meminta kesadaran masyarakat agar bisa mematuhi imbauan physical distancing atau menjaga batas fisik selama PSBB.

Sebab, sejumlah daerah yang telah menerapkan PSBB mulai menunjukkan hasil positif.

Tak Ingin Masyarakat Stres karena Terlalu Dikekang, Pemerintah Bakal Longgarkan Aturan PSBB

Yakni, kurva penyebaran Covid-19 cenderung datar atau tidak ada loncatan besar.

"Kami meyakini masyarakat mampu melaksanakan dengan baik."

"Tapi, juga diperlukan kesadaran, karena PSBB ini cara yang paling tepat untuk memutus mata rantai penularan," tuturnya.

BREAKING NEWS: Pasien Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 11.192 Orang, 1.876 Sembuh, 845 Meninggal

Ia pun meminta adanya perhatian khusus kepada wilayah yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Wilayah yang ia maksud adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Airlangga menyebut, jangan sampai masalah kesehatan merembet menjadi masalah sosial ekonomi masyarakat.

Sudah 5.700 Pekerja Migran Indonesia dan ABK Pulang dari Luar Negeri di Tengah Pandemi Covid-19

"Jangan sampai nanti persoalan kesehatan merembet ke sosial ekonomi, karena ini yang akan dicegah agar sosial ekonomi kita tidak terlalu turun," ucap Airlangga.

Untuk itu, Airlangga menekankan pentingnya disiplin mulai dari mengenakan masker hingga menjaga jarak, bisa dilakukan terus oleh masyarakat.

Mengingat, kata Airlangga, kurva penyebaran Virus Corona sudah semakin merata dan tidak melonjak tajam seperti beberapa negara lainnya.

Panglima TNI Usul Orang yang Tak Hargai Petugas Medis Tangani Covid-19 Jadi Bahan Penelitian Sosial

"Tentu harapannya ini akan diperkuat dengan PSBB."

"Sehingga kita bisa memutus rantai daripada pandemi dan ditambah lagi anjuran untuk tidak mudik," ucapnya.

Ia juga mengingatkan tentang pola hidup bersih dan sehat.

Pemerintah Siapkan Aturan Penundaan THR, Perusahaan Diminta Cairkan Sebelum Akhir Tahun

Pandemi Virus Corona ini bisa dijadikan pelajaran dalam hal tersebut.

"Kita harapkan nanti di kuartal ketiga dan keempat bisa mulai bekerja dengan norma-norma baru," harapnya.

Sementara, jumlah pasien Virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 349 orang, per Minggu (3/5/2020).

DAFTAR 18 Perawat yang Gugur Saat Perangi Covid-19: Yang Terakhir dari RSPI Sulianti Saroso

"Sehingga total ada 11.192 kasus positif," ujar Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (COVID-19) Achmad Yurianto, Minggu (3/5/2020).

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 211 orang, sehingga total pasien sembuh ada 1.876 orang.

Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 14 orang, sehingga total ada 845 pasien Covid-19 yang meninggal.

 DAFTAR Negara Tanpa Korban Meninggal Akibat Covid-19: Empat di Antaranya di Asia Tenggara

Pada Sabtu (2/5/2020) kemarin, kasus baru Covid-19 bertambah 292 kasus, sehingga menjadi total 10.843 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara, 1.665 pasien dinyatakan sembuh, dan 831 pasien meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 2 Mei 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 4,397 (40.6%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 1,043 (9.6%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 1,037 (9.6%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 767 (7.1%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 577 (5.3%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 427 (3.9%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 250 (2.3%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 240 (2.2%)

BALI

Jumlah Kasus: 237 (2.2%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 182 (1.7%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 179 (1.7%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 157 (1.4%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 156 (1.4%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 154 (1.4%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 122 (1.1%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 117 (1.1%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 114 (1.1%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 89 (0.8%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 68 (0.6%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 64 (0.6%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 59 (0.5%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 50 (0.5%)

RIAU

Jumlah Kasus: 45 (0.4%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 45 (0.4%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 44 (0.4%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 43 (0.4%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 41 (0.4%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 32 (0.3%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 23 (0.2%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 19 (0.2%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 15 (0.1%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 12 (0.1%)

ACEH

Jumlah Kasus: 11 (0.1%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 3 (0.0%). ((Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved