Bansos Corona
Prof Musni Umar Mengaku Dapat Kiriman Bansos, Fadli Zon Sebut Data Penerima Bansos Amburadul
Masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan di masa sulit ini harus gigit jari lantaran tidak mendapatkan bantuan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Pendataan penerima program bantuan sosial (bansos) sebagai jaring pengaman di masa pandemi Virus Corona mendapat protes dari banyak pihak.
Khususnya para kepala desa yang menyayangkan keputusan pemerintah pusat menggunakan data lama, bukan dari pendataan terbaru.
Akibatnya, bantuan itu banyak salah sasaran.
Masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan di masa sulit ini harus gigit jari lantaran tidak mendapatkan bantuan.
• Baru Putus Cinta Tapi Kelihatan Bahagia, Ini Tips dari Pramugari Cantik Sisi Asih
• Kronologi Pasien Positif Corona Kabur dari Rumah Sakit Saat Jalani Perawatan, Lompat dari Jendela
• Romahurmuziy Pernah Sebut Nama Khofifah di Kasus Korupsinya, Bikin Gubernur Jatim Itu Kesal
Baru-baru ini ramai diperbincangkan seorang rektor mengaku menerima bantuan sosial.
Dia adalah Prof.Dr Musni Umar dan tinggal di bilangan Jakarta Selatan.
Melalui akun twitternya, ia membuktikan langsung pendataan penerima bansos yang tidak tepat sasaran.
Ia memosting bantuan sosial bertuliskan dari Presiden RI.
Musni Umar tetap menerima bantuan tersebut, namun ia salurkan kembali sebagai donasi melalui mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun tempatnya memimpin.
"Pagi ini saya menerima Bansos dari Presiden RI. Karena sy merasa ada yg lebih memerlukan bansos, saya kemudian serahkan bansos tsb kpd Jalil Loilatu, Ketua BEM Universitas Ibnu Chaldun," cuit Musni Umar di akun Twitternya, Kamis (30/4/2020).
"Saya sarankan kalau ada Bansos terima, kalau merasa tdk berhak berikan yg lebih perlu," imbuhnya.
• Refly Harun: Ketika Direkrut Kekuasaan, Aktivis, Intelektual, Akademisi Bisa Kehilangan Nalar Sehat
• Jadwal Pencairan THR PNS, TNI, Polri, Pensiunan dan Rincian Jumlah yang Diterima
• Sempat Protes Pendataan Bansos ke Presiden, Menteri hingga Gubernur, Kades di Subang Klarifikasi
Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut bahwa data penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat memang amburadul.
Maka tidak heran apabila banyak kepala desa memprotesnya.
"Data kita amburadul berantakan. Itulah yg dikeluhkan banyak kepala desa n pelaksana di bawah. Urus data begini saja belepotan. Duh, ironi negara maju," ungkapnya.
Curahan kades di Subang