Bulan Suci Ramadan

Bolehkah Membersikan Kotoran di Hidung dan Telinga saat Puasa? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Latif

Menjaga kebersihan merupakan kewajiban setiap orang. Namun, pada saat berpuasa, ada aturan sendiri untuk membersihkan bagian tertentu dari tubuh.

Arnold Palmer Hospital
Ilustrasi membersihkan telinga menggunakan cotton bud. 

 WARTAKOTALIVE.COM, BOJONGGEDE - Membersihan tubuh mulai dari kepala hingga kaki merupakan kewajiban bagi setiap orang untuk menjaga kesehatan.

Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa bagian tubuh yang jika dibersihkan dapat memengaruhi puasa saat Bulan Suci Ramadan?

Ustaz Abdul Latif, Kepala Asrama Rumah Tahfidz At-Tanzil Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengatakan, membersihkan kotoran di lubang hidung dan telinga dapat berpengaruh terhadap puasa.

"Untuk membersihkan kotoran di hidung atau pun di telinga, itu hukumnya makruh," kata Ustaz Abdul Latif.

Novotel Tangerang Sajikan Nasi Kebuli Raksasa, Diantar Langsung ke Rumah untuk Berbuka Puasa

Manusia Butuh 8 Liter Air Setiap Harinya, Bagaimana Bisa Mencapai Itu Selama Puasa, Ini Tipsnya

Arti makruh,  dilarang tapi tidak ada konsekuensinya jika melakukannya atau perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

"Sebaiknya, membersihkan bagian-bagian tubuh yang sensitif dilakukan setelah berbuka," ujarnya lagi.

Menurut Abdul Latif, hal lain yang dapat membatalkan puasa seseorang adalah ketika orang tersebut secara sadar memasukan sesuatu ke dalam organ tubuh.

6 Cara Mudah dan Murah Mengatasi Bibir Kering Saat Puasa Ramadhan

Rahasia Kebugaran Tubuh Tamirlan Kozubaev saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan

"Salah satu yang dimaksud membatalkan puasa itu adalah memasukan sesuatu ke tenggorokan. Itu jelas membuat puasa yang dijalankan seseorang menjadi batal," katanya.

Dia  berpesan,  setiap orang agar lebih dapat menahan diri terkait melakukan hal-hal yang sensitif dan berisiko membatalkan puasa.

"Jadi hukumnya tidak membatalkan puasa, jadi kita dituntut untuk lebih berhati-hati dan kita menjaga, dihindari untuk membersihkan organ tubuh yang sensitif, itu lebih baik," ucap Ustaz Abdul Latif.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved