Minggu, 26 April 2026

Berita Video

VIDEO: Suasana GOR Penampungan Tunawisma dan PMKS

Puluhan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang kedapatan berkeliaran atau tiduran di jalanan pada masa PSBB, diamankan petugas Satpol PP

Penulis: Angga Bhagya Nugraha | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
GOR Tanahabang Penampungan Tunawisma 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAHABANG- Beberapa orang Tunawisma beraktivitas di GOR Remaja Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2020).

Puluhan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang kedapatan berkeliaran atau tiduran di jalanan pada masa PSBB, diamankan petugas Satpol PP untuk ditampung sementara di GOR tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan gelanggang olah raga (GOR) untuk lokasi penampungan bagi warga yang tidak memiliki tempat tinggal atau tunawisma serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) musiman yang datang ke Jakarta untuk mengemis selama Bulan Ramadan. (ABN)

 Pemerintah Kota Jakarta Pusat kembali menjangkau 33 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang mangkal di beberapa ruas jalan di Jakarta Pusat, Sabtu (26/4/2020) malam.

Sebelumnya hal serupa juga dilakukan Pemkot Jakpus pada Jumat (25/4) malam di mana menjangkau sebanyak 55 PMKS di kawasan Tanah Abang.

"Ya semalam Satpol PP dan tim menjangkau 33 PMKS. Saat ini mereka sudah ada di GOR Kecamatan Tanah Abang," kata Kasudin Sosial Jakarta Pusat Ngapuli Parangin Angin, Minggu (26/4/2020).

Dikatakan Ngapuli, seperti sebelumnya para PMKS ini akan dilakukan pendataan hingga pemanggilan keluarga jika memiliki. Sehingga mereka tidak terkatung-kantung di emperan toko maupun jalanan.

Menurut Ngapuli, seperti sebelumnya 55 PMKS telah dikembalikan ke keluarganya setelah dijangkau oleh petugas pada Jumat (25/4) malam.

 Jeritan Pilu Pengusaha Restoran di Halim saat Pandemi, 12 Hari Buka Dagangan Hanya Laku Rp 90.000

 BREAKING NEWS: Giliran Rusia Sebut Virus Corona Buatan Manusia, Peneliti China Lakukan Langkah Gila

 Pengusaha Sukses Anne Patricia Sutanto, Cepat Menangkap Peluang Bisnis di Balik Virus Corona

Sementara 33 PMKS baru dijangkau juga akan dikembalikan ke keluarganya setelah menjalani pendataan.

"Yang kemarin itu sudah dikembalikan ke Keluarganya semua. Nah yang 33 ini akan kami identifikasi dulu, kita assesment, kalo ada keluarga, kelompok akan kami pulangkan," katanya.

Namun pemulangan para PMKS ini pun tak serta merta dipulangkan begitu saja, melainkan harus melalui tahap pendataan, dan bagi yang bersangkutan dan keluarga juga harus membuat surat pernyataan untuk tidak kembali ke jalan.

"Mereka buat surat pernyataan bagi keluarga yang jemput juga akan kita berikan surat pernyataan juga bermaterai, supaya tidak bertanggung jawab, termasuk PMKS itu sendiri," ujarnya.

 Inilah 7 Keutamaan Tadarus Alquran di Bulan Ramadan, Banyak Manfaat dan Berpahala

Namun bagi mereka yang tidak memiliki keluarga, Pihaknya juga menyiapkan GOR Kecamatan Tanah Abang untuk penampungan sementara. Namun sejauh ini kebanyakan diantaranya memiliki keluarga.

"Kebanyak ada keluarganya. Makanya kita data kalo ketemu lagi kami sudah ada bukti. Nah untuk penindakannya itu nanti Satpol PP apakah tipiring atau apalah, kalo kami hanya bisa menampung mereka, kit assesment," ucapnya.

Sekda Intruksikan Agar PMKS Terus Dipantau

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri mengintruksikan agar PMKS di Kota Tangerang Terus Dipantau. 

 AIR Mata Nunik Tumpah Terjebak di Bandara Soekarno-Hatta, Sedih Mikir 3 Anaknya di Lampung

DALAM rangka memberikan penanganan yang lebih maksimal kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Dinas Sosial Kota Tangerang menggelar kegiatan Training Of Trainer (TOT) Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri yang menginstruksikan kepada 325 anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang hadir, untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

"Maka dari itu, Pemkot akan sangat terbantu dengan adanya ibu - ibu sebagai para pejuang sosial di Kota Tangerang," ucap Dadi di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (11/4/2019).

"Ibu - ibu ini sudah luar biasa menjadi pekerja sosial masyarakat menjadi pahlawan di lingkungannya. Mudah - mudahan apa yang dikerjakan ibu didasarkan pada keikhlasan," sambungnya.

 Pasangan Capres yang Menang Telak di Pemilihan Luar Negeri, Begini Penjelasan KPU

 Video Viral, Kapal Maritim Malaysia Kejar Kapal Indonesia Ngotot Soal Wilayah Nggak Tahunya

 Bandingkan Jumlah Peserta Kampanye Jokowi dan Prabowo di Sriwedari Solo Dari Foto-foto Drone Ini

Dadi juga menekankan, bahwa birokrat yang ada di Pemerintah Kota Tangerang juga harus memahami bagaimana cara mengurus Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

"Kalau bisa adain workshop kecil, supaya penangan PMKS bisa benar - benar holistik dan selesai. Harus terus dipantau sampai orang yang bersangkutan emang layaknya seperti orang biasa," kata Dadi.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial, Juweni menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini, bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan agar terwujudnya TKSK dan PSM yang handal dan profesional.

"Alhamdulillah peserta sangat antusias dan semangat dalam memahami tugas dan fungsi sebagai TKSK dan PSM yang nantinya akan menangani PMKS di Kota Tangerang," ujar Juweni.

 Ini Alasan Warga Cikiwul Bantargebang Kembalikan Bantuan Sembako dari Pemkot Bekasi

 Juwaeni juga mengapresiasi peran serta para pekerja sosial dalam penanganan persoalan kesejahteraan sosial di Kota Tangerang.

 "Mengingat begitu besar tugas dan fungsi TKSK dan PSM yang akan membantu memperkuat upaya pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Tangerang," paparnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved