Omnibus Law

Soal RUU Cipta Kerja, Faisal Basri Pertanyakan Jokowi yang Manjakan Pengusaha Batu Bara

Soal Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja, Faisal Basri : Memanjakan pengusaha batu bara juga tak patut. Belum lagi prosesnya yang aneh

Tribunnews.com
Faisal Basri 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penundaaan pembahasan klaster Ketenagakerjaan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Jumat (24/4/2020) ditanggapi Ekonom Faisal Basri.

Dirinya tidak menilai soal keputusan penundaan pembahasan klaster ketenagakerjan RUU Cipta Kerja yang dipicu wabah virus corona.

Hanya saja, Faisal Basri menekankan masalah bukan terdapat pada klaster ketenagakerjaan, tetapi sejumlah poin di dalamnya.  

Hal tersebut diungkapkan Faisal Basri lewat akun twitternya @FaisalBasri pada Jumat (24/4/2020) jelang tengah malam.

Poin bermasalah yang disoroti diungkapkan Faisal Basri mengenai kemudahan yang diberikan kepada pengusaha batubara yang hendak berinvestasi.

Selain itu, hal yang menurutnya aneh adalah argumentasi yang terdapat dalam RUU Cipta Kerja dalam mendongkrak investasi. 

"Pak Presiden, yg masalah bukan hanya klaster ketenagakerjaan. Memanjakan pengusaha batu bara juga tak patut. Belum lagi prosesnya yang aneh," tulis Faisal Basri.

"Demikian juga argumen untuk mendongkrak investasi," tambahnya.

Jokowi Resmi Tunda Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Presiden Joko Widodo memutuskan, menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Halaman
123
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved