Selasa, 28 April 2026

Virus Corona Bodetabek

Usulan Ditolak Luhut Panjaitan, Rahmat Effendi Saran Pengaturan Perjalanan Commuter Line

Usul ditolak Luhut Panjaitan, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, berharap ada pengurangan perjalanan Commuter Line.

Penulis: Muhammad Azzam |
Instagram @commuterline
Pesan para masinis Commuterline yang tetap bekerja. Minta para calon penumpang memahami untuk tetap di rumah karena wabah virus corona. Jika harus tetap berpergian harus jaga jarak. 

WARTAKOTALIVE, BEKASI--- Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang saat ini sedang merangkap tugas Menteri Perhubungan, menolak usulan menghentikan operasi kereta rel listrik (KRL) Commuter Line.

Dengan begitu, sarana transportasi ke kota-kota satelit Jakarta itu tetap beroperasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini.

Suasana Stasiun
Suasana Stasiun (istimewa)

Usulan penghentian operasi Commuter Line itu datang dari para kepala daerah kota di sekitar Jakarta. Salah satunya adalah Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Menanggapi penolan itu,  Rahmat Effendi menyatakan menerima keputusan Menteri Perhubungan ad interim tersebut.

Bahkan Rahmat menyatakan sudah menduganya, sebab dia paham bahwa menyetop operasi Commuter Line adalah wewenang Pemerintah Pusat. 

"Kan saya bilang, daerah itu tidak punya kewenangan, daerah itu hanya memohon dan meminta kepada Kemenhub dengan pertimbangan hukum, kewilayahan, dan pertimbangan karena kondisi satu dan lain hal," kata Rahmat saat jumpa pers di Stadion Patriot Candrabaga, Sabtu (18/4/2020).

Rahmat bukan tak punya pertimbangan saat mengajukan usul tersebut. Katanya, penghentian operasi KRL diharapkan dapat membatasi pergerakan warga, sehingga mampu menekan penularan Covid-19.

"Kita berusaha sudah melakukan pembatasan terhadap pergerakan, tapi Kemenhub tidak bisa mengizinkan permintaan daerah. Ya daerah patuh dan taat," katanya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Kota Bekasi, Senin (6/4/2020).
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Kota Bekasi, Senin (6/4/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Pengaturan

Rahmat menambahkan, atas keputusan ini dirinya akan berkoordinasi dengan kepala-kepala stasiun yang ada, PT KAI, PT KCI, untuk meminta jadwal perjalanan dikurangi secara maksimal agar minim pergerakan.

"Kita meminta sekecil-kecilnya pergerakan itu, mungkin tidak ditutup sama sekali tapi dikurangi jadwalnya," katanya lagi.

Pemkot Bekas juga telah memasukkan tiga Stasiun di Kota Bekasi menjadi lokasi titik pemantauan, yakni Stasiun Bekasi Bulan-bulan, Stasiun Bekasi Timur, dan Stasiun Kranji.

"Makanya saya minta, bagaimana kita mengatur ritme perjalanan kereta di tiga stasiun itu. Saya sih gagas kemarin tiap pagi itu disediakan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bulan-bulan (Stasiun Bekasi), dan Kranji. Tapi dari Bekasi Timur tidak berhenti di Bulan-bulan dan Kranji, darii Bulan-bulan tidak berhenti di Kranji. Dengan begitu sebenarnya kan tidak menghambat," tandasnya. 

Anies dan Ridwan Kamil Minta Layanan KRL Dihentikan Selama PSBB, Luhut Panjaitan Bersikeras Menolak

Luhut Panjaitan Tolak Usulan Anies dan Ridwan Kamil soal Penghentian KRL, Ini Kata Sandiaga Uno

Bantuan Sembako Senilai Rp 200.000 di Kota Bekasi Dibagikan Bertahap, Hari Ini 9.000 Paket

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved