Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

Jika PSBB Tak Disetujui, Bupati Karawang Siapkan Opsi Ini

Pemerintah Kabupaten Karawang berencana mengusulkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) PSBB ke pemerintah pusat.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat wawancara via video conference dengan Wartakotalive, Jumat (17/4/2020). 

WARTAKOTALIVE, KARAWANG - Pemerintah Kabupaten Karawang berencana mengusulkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) PSBB ke pemerintah pusat.

Usulan PSBB itu tengah dalam perumusan untuk diserahkan ke pemerintah pusat melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, usulan penerapan PSBB di wilayah Karawang itu sudah bulat dan dipastikan akan diajukan ke pemerintah pusat.

Polsek Kalideres Bentuk Tim Khusus untuk Buru Satu Tahanan yang Kabur

Hal itu melihat kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang yang terus mengalami peningkatan.

Juga, penularannya yang sudah transmisi lokal, sehingga sulit diprediksi sumber penyebarannya.

"Maka itu aktivitas masyarakat harus dibatasi secara skala lebih besar."

Penyebaran Covid-19 di Karawang Masuk Level Transmisi Lokal, Penjual Cilok Tertular Jadi Bukti

"Maka kita ingin ajukan PSBB," ujar Teh Celli, sapaan karibnya, ketika wawancara eksklusif bersama Wartakotalive melalui streaming Zoom, Jumat (17/4/2020) sore.

Akan tetapi jika usulan tersebut ternyata tidak disetujui, sambung Teh Celli, dirinya tengah merencanakan opsi lain.

Yakni, penerapan PSBB ala Karawang dengan memusatkan pembatasan skala besar di wilayah kecamatan yang padat, dan terdapat angka kasus Covid-19 cukup banyak.

16 Tahanan Polsek Kalideres Kabur, 15 Orang Sudah Ditangkap, 1 Lagi Masih Diburu

"Saya telah diskusi bersama Kapolres, Dandim, dan Sekda soal opsi itu."

"Jika tidak disetuji atau sebelum mendapat restu PSBB dari pemerintah pusat kita ingin terapkan PSBB ala Karawang," beber Teh Celli.

PSBB ala Karawang itu, Teh Celli menjelaskan, diterapkan di wilayah kecamatan yang masyarakatnya tidak bisa diatur, tingkat Covid-19, tinggi serta wilayah padat penduduk.

Bareng 5 Kelurahan yang Ditunda, Ini Jadwal Pembagian Bansos di Jakarta Timur Sabtu 18 April 2020

"Saya pikir begitu jadi PSBB ala Karawang, lokal gitu."

"Supaya aparat 24 jam sif tiga kali."

"Jadi benar-benar ditempatkan di titik-titik rawan yang masyarakat benar-benar masih bandel-bandel itu," paparnya.

Hati-hati Penipuan Baru Modus COD! Pelaku Pura-pura Kasih Kartu ATM dan PIN

Rencana PSBB ala Karawang ini, lanjut Teh Celli, masih dikaji.

Meski demikian, ia berharap usulan PSBB Karawang ke pemerintah pusat dapat disetujui.

"Ya itu alasannya kita ajukan PSBB, sudah muncul lokal transmisi."

Anggota Tim Rajawali Dilempar Konblok Saat Bubarkan Pemuda yang Diduga Mau Tawuran di Ciracas

"Penyebaran sulit diidentifikasi secara detail karena tidak terbagi dalam klaster-klaster," jelasnya.

Teh Celli menambahkan, jika PSBB skala kabupaten maupun lokal kecamatan diterapkan, tentunya harus ada solusi bagi warga yang harus di rumah sehingga tidak bisa bekerja.

Maka itu, pihaknya tengah mendata dan memverifikasi warga penerima manfaat atah bantuan tersebut.

Satpol PP Duren Sawit Pasang Selebaran di Warung-warung Makan, Pembeli Tidak Boleh Santap di Tempat

"Tapi saya juga harus mengerti juga kepada mereka yang berdagang."

"Kalau enggak bekerja enggak dapat uang."

"Itu kan harus dicarikan solusi buat masyarakat kami yang seperti itu."

13 dari 36 Ribu Napi yang Dibebaskan karena Pandemi Covid-19 Kembali Lakukan Kejahatan

"Karena kami tidak bisa larang tanpa adanya solusi, karena tidak fair juga," paparnya.

Sebelumnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, penularan Covid-19 di wilayahnya sudah masuk kategori local transmission.

Artinya, penularan bukan lagi karena orang yang bepergian ke luar negeri atau daerah, akan tetapi dari dalam wilayah itu sendiri.

Maka itu, Teh Celli, sapaannya, mengaku sulit memprediksi sumber penyebarannya.

 Ahmad Riza Patria Siap Diminta Apa Saja oleh Anies Baswedan, Termasuk Blusukan Atau Jadi Penghubung

"Teman-teman semuanya, hari ini di Karawang penyebaran sudah local transmission."

"Jadi kita susah memprediksi penularannya dari mana," katanya lewat video conference bersama Wartakotalive, Jumat (17/4/2020).

Teh Celli mengungkapkan, bukti di wilayah Karawang terjadi penularan secara local transmission, yakni ada pedagang cilok, sayur, serta penjahit yang dinyatakan positif Covid-19.

 Pencuri Helm yang Mengaku Ketua Anarko Sindikalis Indonesia Gemar Isap Ganja dan Tenggak Miras

Padahal, setelah ditracking, yang sangkutan tidak pernah kontak dengan pasien positif, juga tidak ada riwayat bepergian ke luar negeri, maupun luar daerah.

"Artinya susah memprediksi, sekarang ini sudah menyebar sampai ke grassroot paling bawah, ke kampung-kampung," tuturnya.

Maka dari itu, sambung Teh Celli, aturan serta anjuran pemerintah benar-benar harus dilaksanakan.

 Petugas Medis Puskesmas Malaka Sari Bikin Pelindung Wajah untuk Bayi dari Mika dan Busa

Dirinya meminta masyarakat lebih peka dan tinggi kesadarannya atas bahaya Covid-19.

"Anjuran pemerintah harus benar-benar dilaksanakan."

"Karena kita benar-benar tidak tahu kapan kita tertular, atau merasa diri kita sudah menjaga dengan baik, tapi ternyata tertular," katanya.

 UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia: 607 Pasien Sembuh, 5.923 Orang Terinfeksi, 520 Meninggal

Teh Celli menegaskan, meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Karawang masih dalam perumusan, ia meminta masyarakat tetap di rumah, membatasi kegiatan di luar rumah, serta mematuhi anjuran pemerintah.

"Alangkah baiknya warga tetap di rumah ikuti anjuran pemerintah, menjaga jarak, hindari kerumuman orang-orang banyak," imbau Teh Celli.

Adanya transmisi lokal tersebut juga menjadi salah satu alasan Karawang berencana mengusulkan penerapan PSBB ke pemerintah pusat.

 Brigjen Argo Yuwono: Jika Tidak Ingin Dipidana, Jangan Ada Lagi Penolakan Jenazah Korban Covid-19

Usulan PSBB itu tengah dalam perumusan untuk diserahkan ke pemerintah pusat melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Alasan ya itu adanya lokal transmisi, dikarenakan wilayah Karawang dekat dengan Bekasi, yang mana wilayah itu angka kasus Covid-19 cukup tinggi."

"Banyak juga warga Karawang yang bekerja, aktivitas di wilayah Bekasi," paparnya. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved