Jumat, 1 Mei 2026

Virus Corona

Dampak Wabah Virus Corona, Harga Mobil Bekas Anjlok, Kapan Kembali Normal?

Dampak dari wabah virus corona atau Covid-19, kini membuat harga mobil bekas anjlok atau merosot.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
mobilinanews.com
ILUSTRASI - mobil bekas 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dampak dari wabah virus corona atau Covid-19, kini harga mobil bekas anjlok

Sejumlah sektor industri termasuk pasar mobil bekas, kini mulai terkena dampak wabah virus corona tersebut.

Tak ayal, dampak wabah Covid-19 membuat harga mobil bekas turun atau bahkan kini harga mobil bekas anjlok.

Seperti diketahui, penurunan harga mobil bekas cukup bervariasi tergantung kondisinya.

Bluebird Jual Mobil Bekas Taksi Toyota Limo dengan Harga Dibawah 100 Juta

Saat ini Tren Pasar Mobil Bekas Didominasi Harga Rp 150 Jutaan ke Bawah, Termasuk Mobil Murah LCGC

Penjualan Mobil Bekas Jelang Akhir Tahun Alami Stagnan, Benarkah karena Daya Beli Masyarakat Turun?

Namun beberapa pedagang menyebut besarnya sekitar 10 sampai 30 persen.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88, mengatakan, ada beberapa peluang peningkatan penjualan pada masa pandemi meski tidak begitu besar.

“Saya lihat mungkin Mei nanti akan ada kenaikan, karena orang masih boleh mudik"

"Tapi apakah ekonominya cukup untuk menunjang Lebaran, ini nanti yang mempengaruhi daya beli,” ujar Fischer, kepada Kompas.com (14/4/2020).

Menurutnya, pada Mei mendatang penjualan mobil bekas bakal lebih banyak dibanding April.

Walau demikian, jangan dibandingkan dengan periode tahun lalu saat situasi masih normal.

"Kalau orang mulai banyak belanja, nanti harga mobil bekas bakal menyesuaikan"

"Saat ini orang lebih banyak jual, karena butuh dana cash, mungkin untuk kebutuhan pokok dan sebagainya,” kata Fischer.

Sementara itu, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, mengatakan, harga mobil bekas bakal terus merosot hingga pertengahan tahun.

“Saat ini orang yang sehari-hari bermobil masih punya tabungan, istilahnya belum terlalu urgent"

"Yang jual itu kebanyakan yang udah kepepet, karena bisnisnya terpengaruh dan lainnya,” ucap Herjanto, kepada Kompas.com (15/4/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved