Kesehatan

Waspada! 5 Penyakit Ini Penyebab Kematian Terbesar di Dunia Tidak Termasuk Virus Corona

Meski saat ini wabah pandemi Covid-19 paling mematikan. Namun penyakit ini bukan penyebab terbesar kematian di seluruh dunia.

the50besthealthblogs.blogspot.com
Wanita batuk belum tentu pneumonia atau radang paru. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Meski saat ini wabah pandemi Covid-19 paling mematikan. Namun penyakit ini bukan penyebab terbesar kematian di seluruh dunia.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia atau WHO ada 5 jenis penyakit penyebab kematian terbesar di dunia, seperti disebutkan di bawah ini. 

Ketika kita memikirkan penyakit paling mematikan, kita mungkin cenderung membayangkan orang-orang dengan gejala yang sangat parah yang menjadi berita utama karena penyebarannya yang cepat dan nyawa yang hilang.

Sebaliknya, banyak penyakit yang memiliki karakteristik tersebut tidak membunuh sebanyak orang yang kita yakini, bahkan tidak termasuk dalam 10 besar penyebab kematian di seluruh dunia.

Ternyata penyakit yang paling mematikan adalah mereka yang perkembangannya lambat.

Bob Hasan Meninggal karena Kanker Paru-paru, Kenali Gejalanya Terutama Buat Para Perokok

Purwani Atun yang Biasa Bermain Peran Sebagai Pembantu Ini Meninggal Dunia Usai Operasi Kanker Rahim

Dari 56,4 juta kematian pada tahun 2015, 68% disebabkan oleh kondisi kronis jangka panjang.

Berbeda dengan penyakit dengan penyebaran cepat dan konsekuensi bencana, penyakit mematikan yang berkembang lambat dapat dipantau dan dikendalikan.

Dengan diagnosa yang tepat, perawatan pencegahan dan saran dari penyedia layanan kesehatan, pasien dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko konsekuensi fatal mereka.

Berikut adalah lima penyakit teratas yang membunuh kebanyakan orang di seluruh dunia setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti yang disarikan oleh Datuk Dr Nor Ashikin Mokhtar kepada The Star.

Dia adalah konsultan dokter kandungan dan ginekolog, dan seorang praktisi kedokteran fungsional.

1. Penyakit arteri koroner

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved