Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

FKM UI Sarankan DKI Maksimalkan Labkesda untuk Swab Test, Pernah Tawarkan Bantuan tapi Tak Digubris

Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Pandu Riono, menyarankan Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan Labkesda.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Avalon.red via dailymail.co.uk
Seorang pekerja kesehatan terlihat mendapatkan sampel swab dari seorang warga lanjut usia di Wuhan, Hubei 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Pandu Riono, menyarankan Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dibanding pakai alat rapid test (tes cepat), sebaiknya DKI mendeteksi kesehatan warganya memakai alat PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan mengambil sampel swab hidung dan tenggorokan.

“Di DKI sebenarnya punya mesin PCR di Labkesda, bahkan di universitas-universitas di Jakarta juga punya,” kata Pandu saat dihubungi, Sabtu (4/4/2020).

Jasad Pekerja Pabrik Cincau Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Tenggelam di Kali Bekasi

Pandu mengatakan, pemerintah sebetulnya diuntungkan bila pemeriksaan dilakukan memakai mesin PCR, ketimbang rapid test dengan mengambil darah.

Selain lebih akurat, pengecekan memakai mesin PCR juga sebagai bentuk langkah pendeteksi awal kasus Virus Corona.

“Kalau swab test kita dapat mendeteksi di awal, karena di minggu pertama (terkena virus) itu kan belum ada antibodi."

Presiden Cina Xi Jinping kepada Jokowi: Indonesia Pasti akan Kalahkan Wabah Covid-19

"Sementara kalau rapid test menggunakan antibodi melalui darah ini, nanti bila yang bersangkutan baru terinfeksi maka hasil darahnya negatif,” katanya.

“Jadi dia sebetulnya sudah membawa (carrier) virus (carrier), tapi kan kita anggap negatif karena hasilnya memang demikian,” ujarnya.

Menurutnya, DKI kurang memanfaatkan fasilitas Labkesda yang dimiliki.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia: 1.986 Orang Terinfeksi, 134 Pasien Sembuh, 181 Meninggal

Apabila fasilitasnya terbatas, DKI memiliki kekuatan (power) untuk meminta kepada pihak lain supaya membantunya.

“Pak Gubernur juga enggak dengerin ahli (kedokteran)."

"Kami juga enggak pernah diundang."

DAFTAR Koruptor yang Berpotensi Bebas Akibat Wabah Covid-19

"Bahkan saya tanya kepada Kepala Dinas Kesehatan Ibu Widyastuti, apa yang bisa kami bantu. Eh diam saja dia,” ungkapnya.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad mengatakan, sejak kasus ini mulai ditemukan di Jakarta, pihaknya langsung mendorong pemerintah melakukan tes massal.

Mekanisme pengujiannya menggunakan mesin PCR, yakni swab test.

5 PNS Kota Bekasi Positif Covid-19, Salah Satunya Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved