Virus Corona
Ketua APPBI Anggap Pemerintah Lebih Pentingkan Sektor Industri Daripada Sektor Ritel
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Stefanus Ridwan mengkritisi pemerintah yang hanya mementingkan sektor industri di tengah pandemi.
Penulis: Joko Supriyanto |
WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengkritisi pemerintah yang hanya mementingkan sektor industri ditengah pandemi covid-19 ini.
Padahal menurut dia, dampak covid-19 ini tidak hanya berdampak pada sektor industri melainkan juga sektor ritel, mall dan hotel.
Sehingga banyak diantarnya tak kuat menanggung beban hingga terjadi PHK ataupun pemotongan gaji karyawan, karena
pemberian stimulus perpajakan hanya kepada sektor industri.
"Kita hanya bisa mengusahakan agar tidak jadi PHK tapi kalo pemerintah gak bantuan kayak permintaan kita gak ada tanggapanya yang di bantu hanya industri terus saja, kalo sektor ritel mall, hotel kok kurang," kata Stefanus Ridwan dikonfirmasi, Jumat (3/4/2020).
Sejauh ini pihaknya mengaku telah menyurati kementerian terkait bersama Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) agar ritel bisa mendapatkan kemudahan berbisnis.
• Rencana Pembebasan Napi Korupsi Karena Wabah Corona, Dikecam Keras IPW
• Alhamdulillah, Empat Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh, Saat Dirawat Mereka Rajin Konsumsi Ini
• Warga Komplek Perumahan di Depok Terapkan Karantina Lokal, Ojek Online Dilarang Masuk
Namun hingga saat ini tidak mendapatkan tanggapan.
"Kita sebenarnya sudah meminta ke Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan ada bantuan keringanan pajak-pajak dan lain lain. Tapi emang sampai saat ini belum ada jawaban," katanya.
Untuk itu dirinya berharap pemerintah dapat segera memberikan kejelasan kepada para peritel soal relaksasi perpajakan.
Sebab, jika tidak, maka industri ini akan memiliki beban yang berat ketika masa pemulihan.
• Gara-gara Covid-19, Polres Metro Jakarta Barat Tutup Jam Besuk untuk Tahanan
Bahkan jika ini tidak segera ditangani oleh pemerintah, tak menutup kemungkinan pemutusan hubungan kerja secara massal bisa saja terjadi.
"Ya kalo jabawanan ini lama-lama dan berlarut-larut diberikan, saya kira sekarang orang sudah memikirkan gimana beban ini ditanggung terus bisa phk, penghentian sementara atau pemotongan gaji," ucapnya. (JOS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/asosiasi-mall.jpg)