Sensus Penduduk 2020

Sensus Penduduk Online Terabaikan akibat Virus Corona, Pratama Persadha: Sebaiknya Diperpanjang

Sensus Penduduk Online Terlupakan dan Berakhir Hari Ini, Selasa (31/3/2020), Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha : Sebaiknya Diperpanjang

Editor: Dwi Rizki
istimewa
Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Virus corona yang mewabah di Indonesia sejak beberapa pekan belakangan menyita seluruh perhatian publik.

Seluruh pelayanan publik dihentikan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan swasta di rumahkan sementara guna mencegah penyebaran virus corona.

Terhentinya pelayanan publik tersebut dinilai Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha dapat menjadi pertimbangan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam perpanjangan sensus penduduk online.

Terlebih diketahui, batas akhir sensus penduduk online berakhir pada hari ini, Selasa (31/3/2020).

"Pangkal masalahnya adalah krisis virus corona, sehingga sensus lewat offline oleh petugas BPS menjadi semakin sulit dilakukan. Sebaiknya diperpanjang," jelas chairman lembaga riset siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) itu.

"Pilihan sensus online oleh BPS menjadi jalan keluar, karena itu sebaiknya diperpanjang lagi waktunya," tambahnya.

Selain itu, BPS katanya perlu mengumumkan hasil sensus pada setiap provinsi saat ini.

Waspada Penipuan Penjualan Masker Online, Pratama Persadha : Kini Para Penipu Pakai Gopay dan Ovo

Data tersebut dapat digunakan Pemerintah Daerah untuk melakukan sosialisasi sensus penduduk online kepada msyarakat di wilayahnya masing-masing.

"Sensus penduduk ini sangat penting, karena data di era digital sangat krusial, nantinya bisa memetakan kebutuhan setiap wilayah," jelas Pratama Persadha.

“Soal data ini kita tertinggal jauh dari perusahaan teknologi asing. Setiap hari mereka mengolah data yang diambil dari media sosial dan berbagai aplikasi yang kita pakai, seperti aplikasi zoom yang bisa mengambil data-data kita," jelasnya.

Terkait hal tersebut, Pratama Persadha menyarankan agar BPS dapat mendorong masyarakat untuk tertib sensus penduduk secara online.

Apalagi diketahui kini dalam masa kerja di rumah atau Work From Home (WFH) dalam pencegahan virus corona, sehingga seharusnya sensus penduduk online bisa lebih mudah.

“Pengisian lebih baik dilakukan di rumah sendiri atau dengan jaringan internet sendiri. Jangan dengan wifi publik yang ada kemungkinan nanti komputer atau smartphone kita disusupi pihak ketiga," jelas Pratama Persadha.

"Hal semacam ini perlu disosialisasikan juga oleh BPS. Bila perlu dibuat undian berhadiah agar masyarakat terdorong untuk mengisi sensus penduduk online,” tambahnya.

Berikut cara mudah dan aman mengisi sensus penduduk online :

  1. Siapkan Dokumen Kependudukan seperti : KTP-el, KK, Akta Nikah/Cerai dan dokumen kependudukan lainnya.
  2. Siapkan HP/PC/Tablet/Laptop yang sudah terkoneksi ke Internet, buka laman sensus.bps.go.id.
  3. Masukan NIK dan nomor KK. Jika benar, maka sistem akan menampilkan seluruh data anggota keluarga sesuai dengan KK.
  4. Periksalah data setiap anggota Keluarga.
  5. Perbaharui data setiap anggota keluarga, seperti nama lengkap, pekerjaan, alamat dll.
  6. Tambahkan Anggota keluarga baru, jika belum terdaftar, seperti bayi yang baru lahir.
  7. Hapus anggota keluarga, yang seharusnya sudah tidak terdaftar, seperti anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
  8. Perbaharui data tempat tinggal, seperti luas lantai terluas, daya listrik, kepemilikan, dll.
  9. Simpan data. sistem akan menampilkan tombol simpan / kirim jika semua data sudah terisi atau terupdate.
  10. Selesai
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved