Virus Corona
Warga Graha Bintaro Lakukan Lockdown Sampai 2 April 2020, Semua Portal Ditutup
WARGA Perumahan Graha Bintaro, Pondok Kacang, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), menutup akses alias lockdown dari dan menuju lingkungannya.
WARGA Perumahan Graha Bintaro, Pondok Kacang, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), menutup akses alias lockdown dari dan menuju lingkungannya.
Dawud Arif Khan, Ketua RT 03 RW 07 Perumahan Graha Bintaro mengatakan, kebijakan lockdown merupakan hasil dari musyawarah para warga yang mendiami lingkungan tersebut.
Para warga memutuskan melakukan isolasi mandiri di tengah situasi pandemi Covid-19.
• SANDIAGA Uno Prediksi Puncak Penyebaran Virus Corona Terjadi di Hari ke-77 Sampai ke-84
"Sehubungan dengan adanya warga yang dinyatakan positif Covid-19, maka kami memutuskan untuk melakukan lockdown mulai tanggal 28 Maret sampai 2 April 2020," ungkap Arif saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020).
Ia menjelaskan, lockdown yang dilakukan pada lingkungannya itu berupa penutupan akses keluar masuk warga, termasuk warga dari luar lingkungannya untuk berkunjung.
Namun, kesepakatn lockdown itu dapat ditangguhkan oleh warga bila mendapati situasi darurat.
• Diimbau Satpol PP Tak Jualan karena COVID-19, PKL Pasar Tanah Abang: Kami Butuh Makan, Pak!
"Semua portal ditutup, tidak boleh ada orang luar masuk wilayah."
"Dan para warga tidak keluar dari wilayah, kecuali hanya apabila ada keperluan yang mendesak," ucapnya.
Meski terdapat lockdown sepihak dari warga, pihak Pemerintah Kota Tangsel belum menerapkan kebijakan menutup akses wilayah, di tengah masifnya penyebaran wabah Virus Corona.
• Ekonomi Jakarta Mulai Sulit, Masyarakat Colong Start Mudik Duluan Sebelum Dilarang, ODP Meningkat
Pemkot Tangsel sendiri baru mengeluarkan status Tanggap Darurat Bencana Penyakit Menular Covid-19 hingga 29 Mei 2020 di wilayahnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan kepada para gubernur, alasan pemerintah tidak melakukan karantina total alias lockdown.
Menurut Presiden, tidak semua negara cocok menerapkan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran Virus Corona.
Karena, katanya, setiap negara memiliki karakter, budaya, dan kedisiplinan berbeda-beda.
• Pemerintah Punya Stok 3 Juta Klorokuin, Bukan Obat Utama untuk Sembuhkan Virus Corona
"Oleh itu kita tidak memilih jalan itu (lockdown)," kata Presiden dalam rapat terbatas bersama para gubernur seluruh Indonesia melalui telekonferensi, Selasa (24/3/2020).
Pemerintah, kata Presiden, telah mempelajari dampak yang ditimbulkan apabila diterapkan karantina total.