Kamis, 4 Juni 2026

Virus Corona

UPDATE PB IDI Minta Tenaga Medis Tanpa APD Tak Perlu Tangani Pasien Corona, Ini Alasannya

PB IDI meminta kepada dokter dan perawat yang tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) untuk tidak menangani pasien virus corona (Covid-19).

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Fred Mahatma TIS
Daily Mail
Pekerja medis dengan alat pelindung diri (APD) memindahkan seorang pasien virus corona yang sedang dirawat di ICU (unit perawatan intensif) Rumah Sakit Zhongnan, Wuhan, Tiongkok. 

“Kalau petugas kesehatan banyak yang tumbang, nanti siapa lagi yang akan merawat pasien yang semakin banyak...” 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta kepada dokter dan perawat yang tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) untuk tidak menangani pasien virus corona (Covid-19).

Hal itu dilakukan demi melindungi dan menjaga keselamatan para tenaga kesehatan.

“Kalau petugas kesehatan nekat merawat pasien Covid-19 tanpa pakai APD, maka langsung tertular dan jadi sakit,” kata Ketua Umum IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (28/3/2020).

Nilai Insentif Tenaga Medis Tangani Pasien Virus Corona, Meninggal Dunia Dapat Santunan Rp 300 Juta

Tenaga Medis Banten yang Menangani Kasus Covid-19 Diberi Fasilitas Layaknya Hotel Bintang 5

Perawat Tak Ingin Mati Konyol karena Virus Corona, Organisasi Perawat Serukan Penyediaan APD

Daeng mengatakan, bila petugas kesehatan tersebut sakit, mereka justru tidak bisa menangani pasien lain.

Bahkan mereka juga dapat menjadi beban perawatan bagi rekan sejawatnya yang juga menangani pasien lain.

“Kalau petugas kesehatan banyak yang tumbang, nanti siapa lagi yang akan merawat pasien yang semakin banyak,” ujar Daeng.

Karena itulah, Daeng mengimbau kepada para tenaga kesehatan untuk bijaksana menyikapi kondisi. Apabila dilengkapi APD, mereka diwajibkan menangani pasien.

Namun sebaliknya, bila tanpa dilengkapi APD mereka tidak diperkenankan merawat pasien Covid-19.

“Sebagai tenaga kesehatan, mereka juga memiliki risiko untuk tertular Covid-19,” tandasnya.

Ogah mati konyol 

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PP PPNI) Harif Fadhillah mengatakan, tidak sedikit perawat di fasilitas kesehatan mengeluh tentang minimnya ketersediaan alat pelindung diri ( APD) dalam menghadapi wabah Covid-19.

Keluhan ini, lanjut Harif, tetap datang dari para perawat meskipun pemerintah telah menyediakan sekaligus mendistribusikan APD ke seluruh provinsi di Indonesia.

"Faktanya di rumah sakit swasta, klinik, puskesmas, mereka juga melayani, mereka juga membutuhkan (APD)," kata Harif setelah menerima bantuan APD dari DPP ( PKS), sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (26/3/2020).

 Perawat Ini Rela Tidur di Mobil Setiap Hari, Takut Tularkan Corona ke Keluarganya

 Ada di Garis Depan Hadapi Virus Corona, Once Mekel: Terima-kasih Para Dokter, Perawat dan Relawan

Namun, komitmen para perawat tersebut harus diimbangi pula dengan komitmen pemerintah di dalam menyediakan APD.

Ini agar perawat bekerja maksimal. "Karena faktor keamanan ini number one, nol toleransi. Supaya bisa bertempur, supaya tidak mati konyol melayani pasien," ujar dia.

Perawat saling berpelukan dan saling menguatkan di bangsal isolasi di sebuah rumah sakit di Zouping di Provinsi Shandong, Tiongkok.
Perawat saling berpelukan dan saling menguatkan di bangsal isolasi di sebuah rumah sakit di Zouping di Provinsi Shandong, Tiongkok. (str/AFP via getty image)
Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved