Stok Darah PMI Jakarta Semakin Menipis

Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Provinsi DKI Jakarta Ni Ken Ritchie​ M.Biomed mengatakan seluruh wilayah Jakarta kini kekurangan stok darah.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Kegiatan donor darah di PMI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Provinsi DKI Jakarta Ni Ken Ritchie​ M.Biomed mengatakan seluruh wilayah Jakarta kini sudah kekurangan stok darah.

"Stok darah berkurang 90 persen. Sebelum penerapan social distance perolehan darah per hari 700 - 1.000 kantong, saat ini hanya sekitar 200 kantong," kata Ni Ken saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020).

Akibatnya, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan medis secara cepat sangat kesulitan mendapatkan stok darah.

Stok Darah di PMI Kota Tangerang Menipis karena Warga Takut Donorkan Darahnya

Terlebih bagi pasien yang rutin melakukan transfusi darah karena kelainan medis, di antaranya thalassemia.

"Pasien kanker yang harus kemoterapi, pasien cuci darah. Selain itu pasien DBD, pasien yang akan melahirkan juga membutuhkan," ujarnya.

Ni Ken menuturkan PMI DKI Jakarta kini tak lagi memiliki stok darah karena ketika ada pendonor maka kantong darah langsung dipakai.

Di Tengah Wabah Virus Corona, Stok Darah di PMI Menipis, Tersisa 69 Kantong Darah

Kekhawatiran akan penularan Covid-19 berdampak pada stok karena setiap orang baru bisa melakukan donor darah setelah 3 bulan setelah melakulan donor darah.

Sementara setiap harinya PMI DKI Jakarta terus menerima permintaan, terlebih di masa penyakit DBD mulai menjangkiti warga Ibu Kota.

"Sekarang bila tidak ada darah, kami minta dari keluarga pasien untuk datang mendonorkan darahnya. Pelayanan donor di UTD PMI DKI dibuka 24 jam setiap hari," tuturnya.

PMI Kota Tangerang Pastikan Donor Darah Aman Karena Covid-19 Tidak Ditularkan Lewat Darah Donor

Plh Kabid Organisasi dan Komunikasi PMI DKI Jakarta, Muhamad Muchtar mengatakan warga tak perlu cemas karena social distancing sudah diterapkan saat proses donor.

Sedari warga mendaftar untuk donor pemeriksaan suhu tubuh dilakukan, hanya orang dengan suhu di bawah 37,5 derajat celsius yang diperbolehkan.

"Jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat celsius maka pendonor akan ditolak. Setelah mengisi formulir, pendonor diminta membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang disiapkan," kata Muchtar.

PMI Sterilisasi Bus Sekolah yang Angkut Petugas Medis Penanganan Virus Corona

Selanjutnya pendonor melalui tahap pemeriksaan dokter yang menayakan riwayat kesehatan, berpergian, dan faktor risiko lain terkait Covid-19.

Bila dinyatakan sehat, pendonor diberikan masker lalu diminta antre di tempat pengambilan darah yang kursinua diatur sesuai social distancing.

"Antrean donor saat berdiri maupun duduk diberikan jarak minimal satu meter agar meminimalkan penularan. Kita terapkan standar yang berlaku untuk keselamatan," ujarnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved