Peran Besar Orangtua Di Masa Anak Belajar di Rumah
Jika orangtua terlalu menunjukkan kepanikan, atau tidak perduli pada anak, maka belajar di rumah tak akan efektif.
Penulis: |
Mandiri
Satu hal yang juga harus diperhatikan orangtua adalah membiarkan anak mandiri.
Saat anak mengerjakan soal dari sekolah, orangtua lebih baik tak usah membantu.
"Biarkan anak mengulik jawabannya sendiri, agar metode belajar seperti di sekolah tetap sampai tujuan," kata dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
Namun, lanjut Rose, bila anak mengalami kesulitan tak ada salahnya orangtua membantu dengan membimbing anak memecahkan kesulitan itu, bukan jawabannya.
Hal ini bertujuan agar pola pikir anak lebih terasah.
Memunculkan kebiasaan
Rose paham, lebih mudah mengatakan secara lisan daripada mempraktikan saran-saran tersebut. Pasalnya karakter setiap orang berbeda.
Namun jika sara itu dilakukan terus-menerus, maka orangtua dan anak akan terbiasa melakukannya.
Para Orangtua juga bisa mengajarkan dengan memberikan contoh disiplin saat mereka melakukan kerja dari rumah.
"Dari situ anak bisa meng-copy apa yang dilakukan orangtua. Anak akan berpikir bahwa meskipun di rumah harus tetap menjalankan kewajiban dan meniru," imbuh Rose.
Belajar daring
Kini banyak kelas-kelas belajar daring (online) yang melibatkan internet. Mau tak mau anak-anak harus berkutat dengan gawai.
Selama orangtua memantau anak menggunakan internet untuk hal positif, maka teknologi digital ini sangatlah bermanfaat.
Rose sangat mendukung prosedur pembelajaran secara daring ini, hanya saja masalahnya tidak semua orangtua paham dengan pelajaran anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-belajar-dari-rumah-3.jpg)