Virus Corona

Info Soal Tenaga Medis yang Terinfeksi Corona, PB IDI Dapat dari Pemprov DKI, Bukan Pemerintah Pusat

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membandingkan keterbukaan informasi yang disampaikan Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

istimewa/tribunnews.com
Dokter Spesialis Paru Handoko Gunawan pulang dari RSUP Persahabatan naik taksi setelah diisolasi 14 hari dan dinyatakan negatif Virus Corona, Selasa (24/3/2020). 

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih mengaku, pihaknya tak pernah mendapatkan angka pasti jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi dari pemerintah pusat.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membandingkan keterbukaan informasi soal tenaga kesehatan yang terinfeksi virus corona (Covid-19) antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta.

Keberadaan data tenaga kesehatan yang terinfeksi corona diperlukan untuk menghindari penyebaran penyakit menular kepada pasien lain.

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih mengaku, pihaknya tak pernah mendapatkan angka pasti jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi dari pemerintah pusat.

Ini Surat Pernyataan IDI dan Asosiasi Profesi Petugas Medis, Tanpa APD Jangan Tangani Pasien Corona

UPDATE Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Bekasi Perpanjang Waktu Belajar di Rumah hingga 11 April

Penutupan 17 Destinasi Wisata Jakarta Diperpanjang hingga 12 April, Ditambah 3 Lokasi Wisata Baru

 

Sementara penanganan dan penanggulangan Covid-19 terpusat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tidak dapat dari pemerintah (pusat), hanya Pemprov DKI Jakarta yang mengumumkan 50 orang (dokter) terinfeksi Covid-19,” kata Daeng saat dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (28/3/2020).

Daeng mengatakan, selain dari Pemprov DKI, pihaknya juga mendapat laporan dari teman sejawatnya di sejumlah daerah.

Misalnya daerah Jawa Timur, Daeng mendapat laporan adanya sembilan dokter dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terinfeksi virus corona.

“Sejauh ini kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB, termasuk soal kesiapan APD (alat pelindung diri),” ujarnya.

Menurut dia, pada gelombang pertama pihaknya mendapatkan bantuan berupa 105.000 APD.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved