Kamis, 4 Juni 2026

Virus Corona

Info Soal Tenaga Medis yang Terinfeksi Corona, PB IDI Dapat dari Pemprov DKI, Bukan Pemerintah Pusat

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membandingkan keterbukaan informasi yang disampaikan Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Fred Mahatma TIS
istimewa/tribunnews.com
Dokter Spesialis Paru Handoko Gunawan pulang dari RSUP Persahabatan naik taksi setelah diisolasi 14 hari dan dinyatakan negatif Virus Corona, Selasa (24/3/2020). 

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih mengaku, pihaknya tak pernah mendapatkan angka pasti jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi dari pemerintah pusat.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membandingkan keterbukaan informasi soal tenaga kesehatan yang terinfeksi virus corona (Covid-19) antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta.

Keberadaan data tenaga kesehatan yang terinfeksi corona diperlukan untuk menghindari penyebaran penyakit menular kepada pasien lain.

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih mengaku, pihaknya tak pernah mendapatkan angka pasti jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi dari pemerintah pusat.

Ini Surat Pernyataan IDI dan Asosiasi Profesi Petugas Medis, Tanpa APD Jangan Tangani Pasien Corona

UPDATE Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Bekasi Perpanjang Waktu Belajar di Rumah hingga 11 April

Penutupan 17 Destinasi Wisata Jakarta Diperpanjang hingga 12 April, Ditambah 3 Lokasi Wisata Baru

 

Sementara penanganan dan penanggulangan Covid-19 terpusat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tidak dapat dari pemerintah (pusat), hanya Pemprov DKI Jakarta yang mengumumkan 50 orang (dokter) terinfeksi Covid-19,” kata Daeng saat dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (28/3/2020).

Daeng mengatakan, selain dari Pemprov DKI, pihaknya juga mendapat laporan dari teman sejawatnya di sejumlah daerah.

Misalnya daerah Jawa Timur, Daeng mendapat laporan adanya sembilan dokter dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terinfeksi virus corona.

“Sejauh ini kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB, termasuk soal kesiapan APD (alat pelindung diri),” ujarnya.

Menurut dia, pada gelombang pertama pihaknya mendapatkan bantuan berupa 105.000 APD.

Namun jumlah tersebut masih kurang untuk menjangkau pasien dengan virus corona.

“Kami berharap untuk terus ditambah dan secara berkelanjutan ada distribusinya,” tandasnya.

Tanpa APD tak tangani pasien virus corona

Sementara itu, terkait situasi penanganan pasien virus corona oleh para petugas medis, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama empat organisasi profesi lainnya mengeluarkan surat pernyataan bersama.

Surat itu berisi tentang imbauan kepada para tenaga kesehatan yang tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) agar tak perlu menangani pasien virus corona (Covid-19).

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Sabtu (28/3/2020), mengakui adanya surat pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (27/3/2020) tersebut.

 UPDATE PB IDI Minta Tenaga Medis Tanpa APD Tak Perlu Tangani Pasien Corona, Ini Alasannya

 Perawat Tak Ingin Mati Konyol karena Virus Corona, Organisasi Perawat Serukan Penyediaan APD

 Awal April 2020, RS Pertamina Jaya Jadi RS Rujukan PDP Covid-19, Petugas Medis Tidur di Hotel Patra

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved