Virus Corona

Setelah Lockdown, China Blokir Warga Asing yang Ingin Berkunjung ke Negeri itu Mulai Sabtu 28 Maret

Setelah Lockdown, China Blokir Warga Asing yang Ingin Berkunjung, Kasus Corona Impor Meningkat

Setelah Lockdown, China Blokir Warga Asing yang Ingin Berkunjung ke Negeri itu Mulai Sabtu 28 Maret
Tangkap Layar Akun YouTube CGTN
Film dokumenter China Global Television Network (CGTN), The Lockdown: One Month in Wuhan. Seteah Lockdown, China kini larang warga asing masuk ke negeri tersebut. 

China untuk sementara melarang masuk warga negara asing dengan visa dan izin tinggal ke negeri mereka mulai 28 Maret, sebagai langkah memerangi epidemi virus corona baru. 

"Pengecualian berlaku bagi mereka yang bepergian dalam kapasitas diplomatik atau resmi, serta pemegang visa C," kata Kementerian Luar Negeri China, Kamis (26/3), seperti dikutip Reuters.

China mengeluarkan visa C untuk warga negara asing yang bekerja dalam penyediaan layanan transportasi internasional.

UPDATE Spanyol Sodok China di Urutan 2 Korban Meninggal Dunia Karena Corona, Tak Tertampung di RS

BREAKING NEWS:Update Jumat Ini Kasus Corona di Amerika Tertinggi di Dunia. Lewati China dan Italia

Melansir Reuters, Komisi Kesehatan Nasional China, Kamis (26/3), mengatakan, kasus impor baru virus corona bertambah 67 pada Rabu (25/3), lebih tinggi dari hari sebelumnya yang hanya 47 kasus.

Tapi, angka tersebut masih lebih rendah dari Senin (23/3) yang mencapai 78 kasus impor baru. Sehingga, total kasus impor di Tiongkok yang melibatkan pelancong dari luar negeri mencapai 541. 

Sekitar 90% dari semua kasus impor adalah pemegang paspor China. Wakil Menteri Luar Negeri China Luo Zhaohui, Kamis (26/3), mengatakan, 40% dari mereka adalah pelajar China yang pulang kampung.

Antisipasi Mudik Lebaran Ditengah Wabah Corona, 3 Hal ini Akan Dilakukan Dirjen Perhubungan Darat

"Kami memahami beberapa siswa sangat ingin pulang. Tapi, dalam keadaan saat ini, dengan tetap tinggal di sana."

"Mereka bisa menghindari infeksi silang dalam perjalanan pulang yang terburu-buru atau terjebak di tengah perjalanan ketika negara yang mereka transit di melakukan kontrol perbatasan yang ketat," kata Luo seperti dilansir Reuters.

Khawatir gelombang infeksi baru dari kasus impor, China meningkatkan tindakan karantina dan pemeriksaan di kota-kota besar termasuk Beijing. Setiap pelancong yang datang dari luar negeri harus tunduk pada kebijakan karantina.

Wali Kota Tegal Nyatakan Lockdown Lokal, Begini Cara Penerapannya Bisa Jadi Contoh Wilayah Lain

Bikin Cemas

Halaman
12
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved