Penganiayaan

Polisi Penganiaya 3 Bintara Hingga Terluka Sudah Ditahan, Kompolnas Minta Atasan Pelaku Diperiksa

Polisi Penganiaya 3 Bintara Hingga Terluka Sudah Ditahan, Kompolnas Minta Atasan Pelaku Diperiksa

Polisi Penganiaya 3 Bintara Hingga Terluka Sudah Ditahan, Kompolnas Minta Atasan Pelaku Diperiksa
American Museum of Natural History
Ilustrasi penganiayaan. Tiga Bintara dianiaya polisi karena terlambat dan kini tengah diproses di Polda SUmbar 

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Divisi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar turut memeriksa atasan dari oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhadap tiga bintara polisi di Mapolres Padang Pariaman, Sumatera Barat.

“Tidak saja si pelaku kekerasan yang harus diperiksa, tetapi juga atasan si pelaku juga harus diperiksa Propam,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (26/3/2020).

Oknum perwira polisi memukul tiga bintara di depan Mapolres Padang Pariaman, Sumbar
Oknum perwira polisi memukul tiga bintara di depan Mapolres Padang Pariaman, Sumbar (Screenshoot Facebook)

“Untuk melihat apakah ada perintah untuk melakukan hukuman seperti itu ataukah ada toleransi dari atasan terhadap praktek kekerasan berlebihan yang dilakukan pelaku,” sambung dia.

Senpi Rakitan Dua Pelaku Curanmor Yang Didor Polisi, Diproduksi di Mesuji Lampung

Kamar Hotel Grand Cempaka yang Dipakai Dokter dan Perawat Setiap Hari Disemprot Disinfektan

Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan seorang oknum polisi memukul tiga bintara sempat viral di media sosial.

Kejadian itu berawal ketika tiga orang bintara itu terlambat datang sehingga diberi hukuman.

Poengky pun menegaskan bahwa tindakan kekerasan secara berlebihan tidak boleh dilakukan oleh anggota Polri, termasuk dalam konteks memberi hukuman.

Jelang Duel Lawan Tony Ferguson, Beredar Video Keganasan Khabib Nurmagomedov Saat Bertarung

Menurutnya, hukuman yang diberikan seharusnya bersifat membangun.

“Hukuman yang dilakukan atasan tidak boleh dalam bentuk penganiayaan serta penghukuman yang merendahkan martabat. Hukuman harus bersifat konstruktif namun memberikan efek jera,” ucapnya.

Lebih lanjut, Poengky menuturkan, Kompolnas akan terus memantau kasus tersebut.

Surat Edaran Libur Sekolah di Kota Bekasi Diperpanjang Tersebar, Disdik Sebut Masih Pembahasan

Video terkait kejadian penganiayaan itu salah satunya diunggah oleh akun Facebook Firmansyah Padang TerapiStroke pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 19.17 WIB.

Halaman
123
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved