Virus Corona

Perawat yang Pergi dari Indekosannya Dicarikan Tempat Tinggal Baru oleh RSUP Persahabatan

RSUP Persahabatan bakal mencarikan tempat tinggal baru bagi seorang perawat yang pergi dari tempat tinggalnya akibat stigma masyarakat lingkungannya.

Perawat yang Pergi dari Indekosannya Dicarikan Tempat Tinggal Baru oleh RSUP Persahabatan
Warta Kota/Mohamad Yusuf
RSUP Persahabatan, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. 

Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr Rita Rogayah menjelaskan, pihaknya bakal mencarikan tempat tinggal baru bagi seorang perawat yang pergi dari tempat tinggalnya akibat stigma masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Sejumlah relawan menawarkan bantuan tempat tinggal baru bagi perawat yang telah 3 hari tidur di RSUP Persahabatan.

"Alhamdulillah sudah banyak yang bantu ada hotel, apartemen mereka semua siap membantu. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua partisipan yang peduli dengan tenaga kesehatan kami," ungkap Rita di lokasi, Rabu (25/3/2020).

Rita mengaku pihak rumah sakit baru mengetahui hal itu, setelah beberapa hari lantaran perawat itu tidak melakukan aduan ke rumah sakit, melainkan ke asosiasi perawat.

"Kami baru tahunya satu atau dua hari ini, sehingga kami akan memberikan solusinya, bukan artinya mereka tidak kembali ke kos nya tapi mereka masih bisa, cuma kita nanti mencarikan solusinya," ucapnya.

 Bojonggede Masuk Zona Merah Virus Corona, Ini Pesan Lurah Pabuaran Kepada Warganya

 Keuangan Barcelona Mulai Sulit Akibat Terdampak Covid-19, Gaji Messi Cs Terancam Dipangkas

 Catat, Mulai Hari Ini Jadwal Operasional Tiga Bank ini Dibatasi

 Viral Surat Terbuka Dokter Tifauzia Tyassuma untuk Jokowi Minta Lockdown Indonesia

Rita menjelaskan, seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan perawat yang tinggal di lingkungan mereka.

Pihaknya selaku rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 selalu melakukan perawatan sesuai dengan SOP yang berlaku.

Para perawat juga dibekali alat pelindung diri (APD) saat masuk ke ruang isolasi.

"Karena kita kan rs rujukan, berarti perawat kami menggunakan APD sesuai standar ya, dengan standar APD yang lengkap, mudah-mudahan kita semua dilindungi. Harusnya sudah tidak usah takut," tuturnya.

Dengan kejadian ini, ia merasa bawa sosialisasi mengenai virus corona harus lebih digencarkan agar stigma masyarakat yang takut ditularkan virus oleh perawat, tak terulang kembali.

 Curhatan Imam B Prasojo Saat Melihat Dokter Muda Korban COVID-19: Air Mataku Menetes

"Itulah yang musti kita pahami, berarti kita harus memberikan edukasi yang lebih banyak kepada masyarakat, sehingga tidak perlu panik tapi ikuti lah apa yang harus dilakukan. Lebih baik jangan keluar rumah, kita isolasi diri kita masing-masing, kita berada di rumah, tidak perlu keluar rumah," ucap Rita. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved